Page 355 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 355
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Pada masa formatif di Pekalongan, Jadul sekolah di Madrasah
Salafiyah, Pekalongan, sebuah madrasah yang menggabungkan
kurikulum Departemen Agama dengan kurikulum Pesantren. Di
madrasah ini dipelajari beberapa kitab kuning dengan metode
pesantren salafiyah nahdliyah. Para gurunya kebanyakan adalah
para alumni pesantren salaf. Ayahnya adalah salah satu inisiat-
or berdirinya madrasah salafiyah ini. Pimpinan formal madra-
sah dipegang oleh K.H Gofur Aahid: sosok yang disiplin, alim,
dan spesialis kitab Ihya’ ‘Ulumuddien karya Hujjatul Islam
Al-Ghazali.
Selain Kiai Aahid, ada dua kiai lagi yang mempengaruhi Jadul:
Kiai Mubarrizi Masyhadie yang memiliki majlis taklim Sunan
Bonang. Dan KH. Ghozali Noor. Kiai Masyhadie mengajarkan
banyak sekali kitab, dan hampir semua kitab dasar pesantren di
bidang fikih dan tauhid dihatamkan pada Kiai Mubarrizi. Se-
dangkan kepada Kiai Noor adalah sosok yang santai, perokok
berat, dan humoris. Jadul datang bersama dua sampai tiga teman,
kemudian Kiai Noor sambil menunggu toko kelontongannya
membacakan kitab sesuai “request” mereka yang datang.
“Mengaji itu yang penting niat, dan tidak selalu harus hatam,”
kata Kiai Noor. Tapi pada Kiai Noor Jadul menghatamkan Bi-
dayatul Hidayah, Minhaajul Qowim dan beberapa kitab fikih
dasar.
Ayahnya, sebagai pengurus NU dan anggota legislatif memili-
ki banyak sekali koleksi bacaan untuk ukuran kota kabupaten.
Beberapa majalah NU seperti Duta Masyarakat, Warta NU, dan
sebagainya yang mengenalkan kepada tokoh-tokoh seperti KH
Ahmad Shiddiq, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH. A.
Mustofa Bisri, dan KH Masdar Farid Mas’udi.
| 341

