Page 360 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 360
Muhammad Jadul Maula | Nyai Pejuang Keadilan bagi Anak dan Perempuan
Pada tahun 2005, setelah mundur dari LKiS, Jadul bergulat
mendirikan pesantren mahasiswa, namanya Pesantren Kaliopak
karena terletak di atas bantaran sungai Opak, tepatnya di Dusun
Klenggetotan, Srimulyo,Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Pesant-
ren Kaliopak tidak seperti pesantren umumnya, kegiatan regu-
lar para santrinya adalah mengaji kitab, mujahadahan, dan lebih
banyak lagi diskusi, penelitian, kegiatan kesenian.
Mereka yang menetap jadi santri Kaliopak adalah mahasiswa
UIN Sunan Kalijaga, Insitut Seni Indonesia, dan Universitas
Gadjah Mada. Jumlah santrinya tidak stabil, pernah dua puluh,
lima belas, sepuluh orang. Pada malam hari para santri berdisku-
si dengan Jadul dan masyarakat sekitar tentang banyak masalah.
Dan pada malam hari biasanya banyak mahasiswa dari kota Yo-
gyakarta yang datang ke Kaliopak untuk mengikuti beberapa
kegiatan diskusi reguler.
Pada mulanya, ketika masih aktif di LKiS, Pesantren Kaliopak
direncanakan sebagai pelembagaan gagasan-gagasan yang
berkembang di LKiS. Tanpa adanya lembaga pendidikan yang
tersendir, gagasan yang berkembang akan sia-sia begitu saja.
Salah satu gagasan yang diterjemahkan adalah etika sosial Is-
lam. Namun faktanya, LKiS tidak pernah mewujudkan pesant-
ren etika sosial tersebut.
Jadul tidak patah semangat, Kaliopak secara bertahap ditatanya
bersama beberapa anak muda pesantren, angan-angan soal pen-
gajaran etika sosial tetap dipertahankan. Gagasan etika sosial
terkait dengan masalah translasi “penerjemahan” gagasan dalam
kehidupan sehari-hari. Persoalan ini sering dianggap remeh-te-
meh oleh banyak kalangan padahal merupakan gagasan yang
sangat rumit.
| 346

