Page 359 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 359
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Mukti Ali, Harun Nasution, dan Nurcholish Madjid. Jadul ser-
ing bercerita bagaimana LKiS sering didatangi beberapa peneli-
ti senior, pribumi maupun bule, yang mengarahkan agar LKiS
mengamini anggapan mereka tersebut.
Padahal LKiS dengan sangat jelas menolak liberalisme Islam,
dan tidak bersanad dengan kelompok para pembaharu. Tulisan
Jadul, Syariat (Kebudayaani) : Lokalitas dan Universalitas, yang
dikutip Goenawan Mohammad (seperti pada awal tulisan ini)
merupakan refleksi kritis untuk menolak liberalisme Islam. Tu-
lisan tersebut disampaikan Jadul sebagai tanggapan terhadap
buku Charles Kurzman soal Islam Liberal dalam pertemuan
dengan sejumlah orang di komunitas Utan Kayu, Jakarta, yang
sedang menyiapkan pendirian Jaringan Islam Liberal.
Di luar itu, sebagai organisasi nirlaba LKiS terlibat perhubun-
gan dengan lembaga donor dari Amerika dan Eropa. Perhubun-
gan ini tidak terhindarkan. Jadul sendiri mengakui, menjelang
melepaskan jabatan sebagai Ketua Yayasan LKiS, ia merasakan
bagaimana lelah dan capek bekerjasama dengan lembaga donor.
Tantangan intelektual untuk terus menelisik, mencari dan mene-
mukan dikalahkan oleh manajerialisme intelektual ala lembaga
donor.
Jadul tidak mengatakan bahwa dirinya anti dengan lembaga
donor, tapi dari pengalaman ini ia menyimpulkan bahwa pada
masanya lembaga-lembaga nirlaba, terlebih yang berlatar pe-
santren, tidak memiliki daya tawar cukup kuat melawan kuasa
lembaga donor. LKiS dalam bekerjsama dengan lembaga donor
sudah berusaha sedapat mungkin mempertahankan dasar prinsip
kelembagaan yang berlatar pesantren, tetapi tidak sepenuhnya
efektif.
| 345

