Page 358 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 358
Muhammad Jadul Maula | Nyai Pejuang Keadilan bagi Anak dan Perempuan
Pesantren Kaliopak, Bentuk Praktik dari Sebuah Teori
Riwayat mengenai LKiS sendiri, lembaga nirlaba ini didirikan
oleh anak muda NU pada tanggal 3 September 1992 (ada yang
meriwayatkan 1993) di Yogyakarta. Para pendirinya adalah
Imam Aziz, Farid Wajidi, M. Jadul Maula, Hairus Salim, dan
banyak lagi. Program utama LKiS adalah diskusi, penelitian,
dan desiminasi gagasan keadilan, pluralitas, kritik, demokrasi,
dan perubahan (transformasi) berbasis pada ajaran Islam yang
rahmat bagi seluruh alam.
Dalam perkembangannya, LKiS menjadi salah satu lembaga
berwibawa dalam mendorong perubahan cara pandang anak
muda pesantren dalam melihat berbagai persoalan, terutama
mengenai dinamika pemikiran di dunia pesantren.
Bagi Jadul sendiri, anggapan bahwa LKiS hanya menyebarkan
pemikiran Arab kontemporer adalah salah paham. Penerbitan
buku Kazuo Shimogaki, Kiri Islam ,Antara Modernisme dan
Posmodernisme: Telaah Kritis Pemikiran Hassan Hanafi (1993),
oleh LKiS memang satu tanda tersendiri dalam sejarah LKiS,
tapi dalam diskusi internal pada masa itu justeru pemikiran
Arab Kontemporer dianggap sebagai “kawan dalam pencarian”
karakter Islam di Indonesia.
LKiS tidak ingin dijebak oleh trends pasar wacana. Beberapa
dosen dan mahasiswa perguruan tinggi Islam Negeri (IAIN)
mengeluh soal keterlanjuran mereka menjadikan pemikiran
Arab kontemporer sebagai “kiblat” pemikiran, sementara trends
ini begitu cepat disapu oleh trends lebih baru lagi.
LKiS juga sering dianggap sebagai liberalisme Islam, atau se-
bagai pelanjut dari gagasan pembaharuan yang dimotori oleh
| 344

