Page 172 - sektorpublik
P. 172
mandat dari Peraturan Presiden No.29/2014 tentang Sistem Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah.
Menurut Ateh, substansi yang tertuang dalam pedoman ini telah
mengalami beberapa perubahan dibandingkan dengan pedoman yang
berlaku tahun sebelumnya. “Perubahan ini terkait dengan pembobotan
penilaian, pemberian predikat, Road Map Reformasi Birokrasi serta
diselaraskan dengan RPJMN 2015 – 2019 yang merupakan program kerja
kabinet kerja,” ujarnya seraya menambahkan bahwa penyusunan
pedoman ini melibatkan i Bappenas, Kementerian Keuangan, BPKP serta
sejumah pakar yang relevan.
Adapun komponen yang dievaluasi mencakup perencanaan
kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi kinerja internal
dan capaian kinerja itu sendiri. Dijelaskan, perencanaan kinerja mencakup
Renstra, penganggaran kinerja, serta perjanjian kinerja. Dalam hal ini,
penilaian dilakukan terhadap sejauh mana suatu instansi pemerintah telah
membuat perencanaan program yang memberikan manfaat atau hasil atas
penggunaan anggaran yang dialokasikan.
Pengukuran kinerja menggambarkan tentang tolok ukur
keberhasilan instansi tersebut, dengan ukuran kinerja yang jelas, akan
mendorong setiap instansi pemerintah memfokuskan seluruh sumber daya
yang ada untuk menjawab pertanyaan, untuk apa organisasi didirikan.
Untuk pelaporan kinerja, terkait dengan sejauh mana instansi pemerintah
mampu menjelaskan kinerjanya sesuai dengan anggarannya kepada
masyarakat, stakeholder dan pihak yang berkepentingan lainnya.
Sementara evaluasi kinerja internal mencakup upaya-upaya instansi
pemerintah untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang ada serta
merumuskan langkah perbaikan berkelanjutan yang diperlukan. “Untuk
169

