Page 40 - sektorpublik
P. 40
Disini lembaga publik harus melihat dengan jeli dan hat-hati
apakah visi yang ditetapkan itu jelas sesuai dengan fungsi tugas dan
wewenang organisasinya, bilamana tidak sesuai dengan tugas
wewenangnya, berarti ada lembaga publik lainnya yang memiliki tugas
dan wewenang tersebut. Dikarenakan lembaga publik itu adalah
pelaksana pemerintahan maka tidak diharapkan adanya fungsi tugas
yang overlap dengan maksud menghindarkan inefisiensi, kecuali bila
pelaksanaan itu ada lintas sektoralnya, namun koordinasi dengan
lembaga terkait harus jelas dan integratif. Apabila visi sudah tersusun
maka siapapun pemimpin yang diberi kewenangan saat mutasi
pimpinan maka visi itu tidak akan berubah.
2. Untuk melaksanakan visinya maka dijabarkan dalam bentuk Misi, misi
disini berbentuk program jangka menengah, oleh karena misi
merupakan break down dari Visi, maka berarti program jangka
menengah ini lebih dari satu misi, namun bisa lebih dari dua, paling
sedikit misi itu ada 2 buah.
3. Setelah menetapkan misi organisasi barulah menetapkan kegiatan
dan lokasi kegiatannya, hal ini berbentuk crash programe.
4. Mengukur keberhasilan visi yang dibuat hendaknya dilakukan terlebih
dahulu melalui suatu analisa yang mengukur kemampuan dan
kelemahan serta menciptakan peluang dan menjadikan ancaman
hambatan menjadi peluang yang dapat dijadikan kekuatan, analisa ini
dikenal dengan SWOT (strength, weakness dan threaty).
36

