Page 38 - sektorpublik
P. 38

sangat besar dibandingkan dengan yang dimiliki atau yang menjadi

                    haknya pemerintah Negara Bagian di negara itu.


            D. Budaya Melayani (Culture of Serving)
                    Untuk  mereduksi  "budaya  pelayanan  minimalis"  tersebut,  sistem

            pengendalian SDM yang lebih ketat mutlak diperlukan. Reformasi birokrasi

            bukan  soal  perbaikan  sistem  semata,  tetapi  perbaikan  kompetensi  dan
            akuntabilitas. Sedangkan antitesis bagi sifat paternalistik adalah dengan

            menempatkan  fungsi  pelayanan  publik  sebagai  pemberdayaan,  bukan
            pemberian. Paradigma baru ini terletak pada kalimat sederhana, putting

            people first, menjadikan kepuasan masyarakat sebagai prioritas utama.

                    Memprioritaskan  masyarakat,  berarti  menyesuaikan  standar
            pelayanan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Politik pemerintah akan

            bermetamorfosis  menjadi  sistem  birokrasi  yang  terbuka,  dengan
            keberhasilan      kinerja    dievaluasi    atas     dasar     harapan     dan

            kepuasanmasyarakat.

                    Tantangan  terpenting  lain  bagi  kualitas  layanan  publik  adalah
            menciptakan  budaya  pelayanan.  Mereduksi  paradigma  hubungan

            horizontal,  yang  sudah  mengakar  merupakan  proses  perubahan
            substansial.  Ia  memerlukan  perubahan  set  mental  di  kepala  setiap

            aparatpemerintahan.















                                                                                        34
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43