Page 125 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 125

dindingnya miring. Maka dengan bantuan UNESCO dan       of UNESCO and other agencies, led by Prof. Dr. R.
                lembaga-lembaga lainnya, Candi Borobudur dipugar        Soekmono assisted in terms of construction by Ir.
                lagi dipimpin oleh Prof. Dr. R. Soekmono dibantu dari   Rooseno, Candi Borobudur was restored again. The
                segi konstruksi oleh Ir. Rooseno. Pemugaran kedua ini   second restoration was started in 1973 and completed

                dimulai pada tahun 1973 dan selesai pada tahun 1983     in 1983 February 23, 1983 marks the inauguration
                Pada tanggal 23 Februari 1983 peresmian tanda selesai   by President Suharto of the completed restoration and
                pemugaran dilakukan oleh Presiden Soeharto, dan         was attended by the Director General of UNESCO Mr.
                dihadiri oleh Direktur Jenderal UNESCO Mr.Amadou-       Amadou-Mahtar M’Bow.
                Mahtar M’Bow.
                                                                              7KHUH LV QR GHÀQLWH LQIRUPDWLRQ RQ ZKHQ
                      Bilamana Candi Borobudur didirikan tidak ada      Candi Borobudur was founded. Research on ancient
                keterangan yang pasti. Dari penelitian bentuk huruf Jawa   Javanese characters used to write short inscriptions on
                Kuno yang dipakai menulis inskripsi pendek-pendek di    Karmawibha۪ga relief panels, found out that it dates
                atas panil relief .DUPDZLEKD۪JD, berasal dari abad IX.   back to the ninth century. This opinion is in line with
                Pendapat ini sesuai dengan perkiraan J.G de Casparis,   estimation made by J.G. de Casparis, an epigrapher
                seorang epigraf dari negeri Belanda, dan menurutnya     from the Netherlands, and he thinks Candi Borobudur
                Candi Borobudur didirikan oleh seorang raja Sailendra,   was founded by a Sailendra king, Samaratungga along
                yaitu Raja Samaratungga beserta puterinya bernama       with his daughter Pramodhawarddhani. This opinion is
                Pramodhawarddhani. Pendapat ini didasarkan pada dua     based on their two inscribed stones or prasasti, namely
                buah prasasti mereka, yaitu prasasti Karang Tengah dan   prasasti Karang Tengah and prasasti Sri Kahulunan.
                prasasti Sri Kahulunan.
                                                                              Regarding the religious background of Candi
                      Mengenai latar belakang keagamaan Candi           Borobudur have much to talk about. By studying the
                Borobudur telah banyak yang membicarakan. Dengan        structure of the temple (ten-tiers), and carved reliefs
                mempelajari struktur candi (bertingkat sepuluh),        on temple walls concluded that religious background
                dan relief-relief yang dipahat pada dinding candi
                disimpulkan bahwa latar belakang agama Candi







                                                                                                                             97
   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130