Page 53 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 53

Ketika pengelolaan warisan                                        When the management of cultural
                 budaya masih mengutamakan dominansi                               heritage is still rely on the role of the state
                 peranan negara dan bahkan menjadi                                 and even become part of the government
                 bagian dari birokrasi pemerintah, hak                             bureaucracy, the rights and the role of

                 dan peran partisipatif masyarakat belum terakomodasi.   community participation have not been accommodated.
                 Kini, pelestarian tidak boleh hanya memperhatikan     Now, preservation should not only pay attention to
                 kepentingan cagar budaya tetapi juga masyarakat       the cultural heritage, but also to the interests of the
                 sebagai pemilik sahnya. Dua kepentingan itu harus     community as its rightful owners. Both interests must
                 seimbang tanpa mengabaikan prinsip pelestariannya.    be balanced by taking into consideration the principles
                 Dengan adanya Undang-undang No. 11 tahun 2010         of preservation. After the issuance of the Law No. 11
                 tentang Cagar Budaya, konsep pelestarian cagar budaya   year 2010 on Cultural Heritage, the concept of cultural
                 sudah bergeser. Cagar budaya tidak lagi hanya menjadi   heritage preservation has shifted. Cultural heritage is
                 urusan pemerintah dan akademisi semata, tapi juga     not only a matter for the government and academics
                 tanggung jawab masyarakat. Masyarakat kini memiliki   anymore, but also a responsibility of communities.
                 hak untuk memperoleh manfaat positif atas warisan     &RPPXQLWLHV KDYH WKH ULJKW WR JHW SRVLWLYH EHQHÀW IURP
                 budayanya.                                            their cultural heritage.

                       Sebenarnya, apa yang dilakukan oleh instansi          As a matter of fact, activities of the preservation
                 pelestari selama puluhan tahun untuk melestarikan     agencies for decades to preserve the cultural heritage,
                 cagar budaya sejak sebelum dan digunakannya           prior to and since the implementation of the Dutch
                 landasan hukum peninggalan Pemerintah Hindia          East Indies Government Monumenten Ordonnantie
                 Belanda 0RQXPHQWHQ 2UGRQQDQWLH No. 19 tahun 1931      No. 19 year 1931 Staatblad 238 (revised in 1934) as
                 6WDDWVEODG 238 (diperbaiki tahun 1934), kemudian      a legal basis, and then the Law No. 5 year 1992 on
                 Undang-undang No. 5 tahun 1992 tentang Cagar          Cultural Heritage up to the new law, have brought
                 Budaya sampai dengan undang-undang yang baru          D ORW RI SRVLWLYH UHVXOWV  7KH ÀUVW VWDJH RI %RUREXGXU

                 banyak memberikan hasil positif. Diawali oleh Proyek   Restoration Project started from 1907-1911 was
                 Pemugaran Candi Borobudur tahap pertama tahun         IXOO\ ÀQDQFHG E\ WKH 'XWFK (DVW ,QGLHV *RYHUQPHQW
                 1907 – 1911 yang sepenuhnya dibiayai oleh Pemerintah   After Indonesia becomes a member of the UN and a
                 Hindia Belanda. Setelah masuk menjadi anggota         member of UNESCO, Indonesia through UNESCO
                 PBB, dengan sendirinya Indonesia menjadi anggota      appealed to the world to help support the restoration of
                 UNESCO, melalui UNESCO kemudian negara kita           %RUREXGXU 7HPSOH  $IWHU ,QGRQHVLD UHFHLYHG ÀQDQFLDO
                 menghimbau dunia untuk ikut mendukung pemugaran       support from Pelita fund and UNESCO, the restoration
                 Candi Borobudur. Melalui dana Pelita dan UNESCO,      EHJDQ LQ      DQG ÀQLVKHG LQ      DQG LQDXJXUDWHG
                 pada tahun 1975 mulailah dilakukan pemugarannya











                                                                                                                             27
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58