Page 50 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 50

Pelestarian bangunan                                                    Preservation of cultural
                     dan struktur cagar budaya tidak                                         heritage buildings and structures
                     kurang permasalahannya dan akan                                         is not less problematics and will be
                     semakin banyak lagi seiring dengan                                      many more in line with the growing
                     berkembangnya ragam kepentingan masyarakat. Secara       public interests. Simply put the two types of cultural
                     sederhana kedua jenis cagar budaya itu dapat digolongkan   KHULWDJH FDQ EH FODVVLÀHG LQWR ´GHDG PRQXPHQWµ

                     ke dalam “monumen mati” dan “monumen hidup”. Artinya,    DQG ´OLYLQJ PRQXPHQWµ  ZKLFK PHDQ WKHUH DUH
                     ada bangunan atau struktur yang sudah tidak lagi berfungsi   buildings or structures that are no longer serve the
                     sebagaimana maksud didirikannya dan ada pula yang sejak   same function as when it was built and some have
                     didirikan tidak berubah fungsi. Candi termasuk ke dalam   been serving the same function today since it was
                     golongan monumen mati, meskipun dalam saat-saat tertentu   built. Candi or temple belongs to the dead monument
                     diizinkan untuk digunakan sebagai tempat beribadah.      FODVVLÀFDWLRQ  DOWKRXJK IRU VRPH RFFDVVLRQV DUH
                     Mulai timbul masalah ketika berbagai kepentingan         allowed to be used as a place of worship. Problems
                     pemanfaatan diajukan oleh masyarakat yang seringkali     start to arise when different utilization proposed
                     WLGDN PHPSHUKLWXQJNDQ NHNXDWDQ ¿VLN EDQJXQDQ DWDX        E\ WKH SHRSOH  ZKLFK RIWHQ GR QRW WDNH LQWR DFFRXQW
                     strukturnya. Lebih parah lagi terjadi pada bangunan non   the physical capacity of the building or structure.
                     candi. Tidak sedikit bangunan yang harus direlakan berubah   Worse cases occurred to non-temple buildings.
                     rupa atau bahkan hilang sama sekali karena dianggap tidak   Many buildings have underwent façade changes or
                     lagi sesuai dengan zaman oleh pemiliknya.                even complete changes by the owner because they no
                                                                              ORQJHU ÀW ZLWK FXUUHQW WLPH
                           Berbeda permasalahannya dengan monumen hidup,
                     yang terus terpelihara oleh pemakainya. Bila menyangkut       8QOLNH OLYLQJ PRQXPHQW  ZKLFK FRQWLQXRXVO\
                     tempat beribadah seperti mesjid atau gereja, persoalannya   maintained by the users. When it comes to places of
                     tidaklah terlalu besar dibandingkan dengan rumah tinggal.   ZRUVKLS VXFK DV D PRVTXH RU D FKXUFK  WKH SUREOHP LV
                     Kebermanfaatannya secara materi yang dianggap kurang     not as big as a residence. When materially considered
                     memadai oleh pemiliknya atau tidak ada lagi kesesuaian   as inadequate by the owner or no longer suitable to
                     dalam selera arsitekturalnya, seringkali bangunan itu    XUUHQWDUFKLWHFWXUDO WDVWH  EXLOGLQJV DUH RIWHQ VHFUHWO\

                     diam-diam dirubuhkan atau runtuh dengan sendirinya       demolished or collapsed by itself from abandonment.
                     karena tak terawat.
                                                                                   The issue becomes even greater when we
                           Persoalan menjadi lebih besar lagi ketika kita     KDYH WR GHÀQH WKH FXOWXUDO KHULWDJH VLWHV DQG HYHQ
                     harus menetapkan situs bahkan kawasan cagar budaya       area where the cultural heritage object or building
                     di mana benda atau bangunan atau struktur cagar budaya   RU VWUXFWXUH LV ORFDWHG  :KHQ GHÀQLQJ VLWH RU DUHD
                     itu berada. Batas situs atau kawasan yang kriterianya    boundaries which can not be determined from one
                     tidak dapat ditentukan hanya dari satu sudut pandang,    SRLQW RI YLHZ RQO\  IRU H[DPSOH










            24
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55