Page 46 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 46
antarbatu. Gejala perancangan seperti itu ternyata restoration effort. In reality, restoration
juga dapat menjadi pengarah yang memudahkan efforts that have been implemented were
dalam upaya restorasi. Dalam kenyataan upaya-upaya facing constraints because not all stones of
pemugaran yang telah dilaksanakan didapati kendala the temple were in place and could be found
bahwa tidak semua batu yag seharusnya ada di dalam again. The local may have picked and taken
suatu susunan bangunan candi itu bisa ditemukan them in the past for their houses, and so on.
kembali. Mungkin ada penduduk setempat yang di In case there are stones missing from its place
waktu-waktu yang telah lalu telah mengambilnya in the temple’s structure, then the restorer
untuk keperluan rumahnya, dan sebagainya. Dalam shall replaced it with a new stone in the size
hal ada batu-batu yang hilang dari suatu susunan, and shape needed, but by putting a ‘code’ to
maka para pemugar telah menggantinya dengan batu show that it was a new stone. The marking
baru dalam ukuran dan bentuk yang diperlukan, is metal lead poured into a small hole on the
namun dengan membubuhkan suatu ‘kode’ bahwa surface of the stone.
itu adalah batu baru. Tanda itu berupa selubang
That is a brief description of the
kecil tuangan logam timbal yang dibubuhkan pada
temples and the issues that need attention if
permukaan batu.
people were to compile the list of history of
Demikianlah secara selintas telah dikemukakan Indonesian temples. (eds)
segi-segi permasalahan percandian yang perlu
mendapat perhatian apabila orang hendak menyusun
senarai sejarah percandian di Indonesia. (eds)
20

