Page 49 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 49

sudahkah  kita  melestarikan

               cagar budaya  kita?


               PRESERVING OUR CULTURAL HERITAGE: HAVE WE DONE ENOUGH?






                        Ketika undang-undang yang mengatur pengelolaan          When the law governing the management of
                  cagar budaya kita lahir di tahun 2010, ada banyak       our cultural heritage was issued in 2010, stakeholders
                  pekerjaan rumah menunggu sentuhan tangan semua          started facing a lot of homework. For example,
                  pemangku kepentingan. Contohnya, ada ratusan candi      reviewing hundreds of temples, which have been
                  yang sebelumnya telah ditetapkan menjadi cagar          previously designated as cultural heritage by the
                  budaya melalui keputusan menteri harus ditinjau ulang.   minister’s decision. What about other buildings,
                  Bagaimana pula dengan bangunan lain, bahkan benda,      including objects, structures, sites, and cultural
                  struktur, situs, dan kawasan cagar budaya? Sampai       heritage areas? The nomination process up to the
                  dengan penetapannya saja, memerlukan rangkaian          designation, requires a series of tasks because in
                  pekerjaan yang sangat panjang karena selain harus       DGGLWLRQ WR KDYLQJ VLJQLÀFDQW KLVWRULFDO  VFLHQWLÀF
                  memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan,   educational, religious, and/or cultural values, the
                  pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan juga harus       cultural heritage should also be on the lists of district,
                  diberi peringkat kabupaten, provinsi, atau nasional seperti   provincial, or national as mandated by the law. Not

                  diamanatkan oleh undang-undangnya. Belum lagi tahap     to mention the phases of protection, development, and
                  pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatannya ke        future utilization. Are we ready? We must be ready.
                  depan. Siapkah kita? Harus siap. Itu satu-satunya jawaban   That’s the only answer we should give.
                  yang harus kita berikan.
                                                                                Preservation is not only for temples. It is also for
                        Pelestarian tidak saja untuk candi. Harus pula    other types of cultural heritage. There are a variety of
                  untuk jenis cagar budaya lain. Ada ragam permasalahan   problems in the preservation of cultural heritage. Let

                  dalam pelestarian cagar budaya. Marilah kita bahas      XV GLVFXVV VRPH RI WKH LGHQWLÀHG LVVXHV LQ SUHVHUYLQJ
                  permasalahan pelestarian yang mudah dikenali dari       various types of cultural heritage. We start with
                  berbagai jenis cagar budaya tersebut. Kita mulai dari   cultural heritage objects. Most of the cultural heritage
                  benda cagar budaya. Mungkin sebagian besar benda        objects may have been under the care of an institution
                  cagar budaya sudah dikelola dalam institusi yang        called museum. We can breathe a little sigh of relief
                  disebut museum. Kita boleh sedikit bernafas lega karena   because many museums are well managed. But, what
                  institusi museum boleh dikatakan sudah banyak yang      about museums that are not well managed? Smuggling
                  tertata dengan baik. Tetapi, bagaimana yang belum?      and illegal trading remain the biggest enemy in the
                  Penyelundupan dan perdagangan ilegal sampai sekarang    conservation of cultural heritage objects. In addition
                  masih menjadi musuh terbesar dalam upaya pelestarian    to the tempting price, lack of understanding about
                  benda cagar budaya. Selain karena harganya yang         individual and private corporate ownership encouraged
                  menggiurkan, jangan pula terlupakan bahwa kurangnya     the selling of cultural heritage objects to other
                  pemahaman kepemilikan individual atau korporasi         countries.
                  mendorong penjualan benda cagar budaya ke luar negeri.











                                                                                                                             23
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54