Page 45 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 45

candi-candi yang terdapat di Indonesia dengan   temples in India which can be regarded as the
                          candi-candi di India yang dapat dianggap sebagai   source of ideas.
                          sumber gagasannya.
                                                                               A task that can not be ignored is the
                                Suatu tugas pengurusan candi yang tidak   restoration of temple, which is in essence, an
                          dapat diabaikan adalah pemugaran, yang pada     effort to restore the temple as close as possible
                          intinya berupa upaya untuk memulihkan atau      WR LWV RULJLQDO IRUP  6WUDWL¿FDWLRQ RI µGDPDJH¶ E\
                          sedekat mungkin mengembalikan wujud candi ke    WKH WLPH RI WHPSOH GLVFRYHU\ LV QHFHVVDU\  IURP
                          dalam bentuk semula. Hal ini tentunya terutama   VOLJKWO\ GDPDJH VR WKDW WKH LQWHJULW\ RI WKH VKDSH
                          perlu dilakukan apabila suatu candi ketika      LV VWLOO YLVLEOH WR EDGO\ GDPDJH VR ZKDW LV OHIW RI
                          ditemukan dalam keadaan ‘rusak’ ini tentu saja   the temple was just a pile of stones or scattered
                          bertingkat-tingkat: dari yang rusak sedikit sehingga   bricks.
                          keutuhan bentuknya masih tampak, sampai ke yang
                                                                               Restorers initial task is to learn the basic
                          rusak parah sehingga tinggalan candi itu hanya
                                                                          construction of the temple before it is restored.
                          berwujud tumpukan batu atau bata berserakan.
                                                                          On the stone temples in Java, it was found that
                                Tugas awal para restorator adalah         the rectangular stones used in the construction of
                          mempelajari dahulu dasar-dasar konstruksi candi   WKH WHPSOH ZDV QRW V\PPHWULFDO DQG XQLIRUP LQ
                          yang hendak dipugar. Pada candi-candi batu di   shapes, but the size of each stone can be different,
                          Jawa ditemukan fakta bahwa batu-batu yang       DQG LQ DGGLWLRQ DUH µWLJKW¶ E\ LQWHUORFNLQJ QRWFKHV
                          digunakan dalam menyusun banguan candi
                                                                           DQG SURWUXVLRQV µVQDSSLQJ ZLWK HDFKRWKHU¶
                          itu tidak berbentuk kotak-kotak
                                                                             tighten one stone to another. Such
                          yang simetris dan seragam,
                                                                               unique design can serve as a
                          melainkan ukuran satuan-                               reference that guides the
                          satuan batu itu bisa berbeda,
                          dan ditambah pula dengan
                          ‘siasat’ pembentukan
                          taktik dan tonjolan yang
                          dibuat ‘saling menggigit’
                          sehingga dengan demikian
                          mengkokohkan ikatan


























                                                                                                                             19
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50