Page 51 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 51
misalnya batas asli sesuai temuan yang ada based on original boundaries of
di dalam tanahnya atau batas lahan yang the land where cultural heritage
sudah dibeli oleh pemerintah sesuai dengan was found or boundaries of the
NHPDPSXDQQ\D PHQLPEXONDQ NRQÀLN land that have been purchased
dengan masyarakat sekitarnya. by the government as much land as it can afford,
WKHVH FRXOG FDXVH D FRQÁLFW ZLWK WKH VXUURXQGLQJ
Jadi, kita berhadapan dengan sejumlah permasalahan
community.
besar dalam upaya pelestarian cagar budaya. Hal penting
yang harus digarisbawahi adalah bagaimana upaya kita So, we are facing a number of serious problems
dalam menyamakan perspektif tentang pelestarian cagar in the conservation of cultural heritage. The
budaya yang merupakan warisan budaya kita itu. Landasan important thing to underline is our efforts to have
idealisme yang harus disamakan menyangkut persoalan similar perspective on preservation of our common
identitas bangsa. cultural heritage. Similar idealism as foundation
when facing issues of national identity.
Tidak cukup bila secara sederhana kita memberikan
SHPDKDPDQ WHQWDQJ LGHQWLWDV EDQJVD PHODOXL ¿VLN National identity cannot be understood only
cagar budaya. Ketika cagar budaya itu dimaknai atau through its tangible cultural heritage. When such
ditafsirkan sebagai salah satu identitas bangsa Indonesia, cultural heritage is interpreted or construed as one of
tidak semua masyarakat memiliki perspektif yang sama. Indonesia’s national identities, not all people have the
Masyarakat akan melihat benda tertentu dengan persepsi same perspective. Societies will look at a particular
tertentu tergantung dari nilai yang dianutnya. Apalagi object with a particular perception depending on
ketika masalah itu menyentuh perbedaan keyakinan. Jadi, their values. Especially when they have different
identitas siapa? Kiranya penting mengutip pemikiran Edi beliefs. So, whose identity is it? It is important to
Sedyawati, seorang budayawan, yang menjelaskan bahwa quote the thought of Edi Sedyawati, a cultural expert,
warisan budaya benda atau cagar budaya mempunyai who explained that the tangible cultural heritage or
sejumlah aspek LQWDQJLEOH yang melekat padanya, yaitu cultural heritage has a number of intangible aspects
berkenaan dengan: perlambangan yang diwujudkan embedded in it, with regard to: the symbolism which
melalui benda itu, kebermaknaan dalam kaitan dengan LV PDQLIHVWHG WKURXJK WKH REMHFW WKH VLJQLÀFDQFH
fungsi atau kegunaannya, isi pesan yang terkandung di in relation to its function or usage, the message
dalamnya, khususnya apabila terdapat tulisan padanya, contained in it, especially if there is a writing on it,
teknologi untuk membuatnya, serta pola tingkah laku the technology to make it, as well as the patterns of
yang terkait dengannya. Pemikiran itu dapat dipakai untuk behavior associated with it. The thought may be used
menghilangkan perbedaan perspektif dan menanamkan to eliminate differences in perspectives and instill
kepercayaan bahwa aspek LQWDQJLEOH atau nilai-nilai yang FRQÀGHQFH WKDW WKH LQWDQJLEOH DVSHFWV RU YDOXHV
terkadung itu adalah warisan leluhur yang menjadikan embedded in it is heritage passed down from our
identitas kita. ancestors that makes our identity.
25

