Page 30 - LAPORAN SKRIPSI - YANA TRISNAWATI 11160930000028
P. 30
Dalam hukum Islam, DANA juga menerapkan akad Al-Wadiah yang
maksudnya pemegang e-money memberikan sejumlah uang kepada penerbit
DANA yang selanjutnya uang tersebut dikonversikan ke dalam e-money senilai
dengan uang yang diserahkan. Kemudian penerbit mengolah uang tersebut dan
menyerahkan kembali uang tersebut kepada pemegang saat diminta atau diambil
atau untuk pembayaran kepada merchant. Jika menggunakan akad Al-wadiah maka
harus memenuhi syarat-syarat seperti itu, misalnya penerbit kartu dapat
menggunakan jumlah nominal titipan, dan penerbit kartu dapat berinvestasi dalam
titipan dengan terlebih dahulu meminta izin kepada pemegangnya. kontrak. Jika
titipan dikelola oleh penerbit dan mengalami kerugian, penerbit bertanggung jawab
penuh (Anam, 2018).
Lembaga DSN-MUI telah menerbitkan Fatwa No. 116/DSNMUI/IX/2017
tentang Uang Elektronik Syariah pada bulan September 2017 yang diperbolehkan
oleh undang-undang. Salah satu isi fatwa pada bagian ketiga tentang ketentuan akad
dan tenaga hukum adalah ketidakjelasan dua akad (wadiah dan qardh) yang dapat
digunakan dalam satu transaksi. Selain itu, pelanggan harus menanggung beban
administrasi tambahan. Di bagian lain, terdapat klausul yang menjelaskan tentang
jaminan keamanan yang memberikan perlindungan besar kepada pemegang kartu
jika terjadi kehilangan kartu (Daktum, 2018). Namun bagi ulama kontemporer,
diyakini ada riba dalam dompet digital dan penggunaan dompet digital dilarang atau
diharamkan, sehingga menyebabkan konsumen atau pengguna e-wallet khususnya
kaum Muslim di Indonesia telah dan tetap menggunakan e-wallet, dan konsumen
Muslim tidak atau sudah tidak menggunakan e-wallet lagi (Anshar, 2020).
10

