Page 333 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 333

Dra. Triana Wulandari, M.SI., dkk. (eds.)

                     1) Bimbingan dan Pembinaan

                     2) Penyantunan

                     3) Pelayanan
                     4) Koordinasi dan Pengawasan

                     Pengorganisasi BPKKS adalah sebagai berikut: Untuk tiap jenis
                kegiatan dibentuk badan kerjasama ataupun koordinasi tersendiri
                dengan pengawasannya sendiri. Semua badan kerjasama/koordinasi
                itu dikoordinasi lagi oleh satu badan yang merupakan peugurus dari
                semuanya.

                     Pengurusan: terdiri dari Pengurus inti dan Pengurus Pleno.
                Pengurus inti meliputi: bidang dana, bidang  kebendaharaan,
                hubungan masyarakat, bidang pengelolaan, perencanaan dan
                pendidikan, bidang kesehatan, pelayanan tenaga sukarela (voluntcor
                service) dan adminis-trasi, sedangkan untuk Pleno ditambah dengan
                Ketua-Ketua BKS-BKS, seperti BKSPA, BKUTN (Badan Koordinasi
                Urusan Tuna Netra), BKPW (Badan Koordinasi Panti-panti Werdha)
                dan lain-lain.

                     Semenjak tahun 1970 telah dibentuk pula BPKKS di daerah Jawa
                Barat, pada tahun 1975 di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan tahun
                1976 di Kalimantan Barat, kemudian menyusul Jawa Timur, Bali,
                Bengkulu, Sumatra Barat dan Maluku.

                     Dalam melakukan kegiatan-kegiatan BPKKS dan organisasi
                sosial lainnya di seluruh Indonesia, mulai dirasakan perlu adanya
                wadah tingkat Nasional yang mempunyai tugas menampung
                permasalahan dalam ruang lingkup (scope) nasional pula. Maka pada
                Musyawarah Nasional kesatu pada tahun 1970 di Jakarta, yang
                dihadiri oleh organi-sasi-organisasi sosial tingkat nasional termasuk
                BPKKS Jakarta (yang sedang menemui bentuk peningkatan ke
                tingkat nasional) dibentuklah Dewan Nasional Indonesia untuk
                Kesejahteraan Sosial (DNIKS).


                                             301
                                             301
   328   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338