Page 336 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 336

Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
                                       Perempuan  dalam  Gerakan Kebangsaan
                   Untuk mencapai tujuan tersebut di atas:

                   1. Diselenggarakan pertemuan-pertemuan pada waktu-waktu
               tertentu bagi anggotanya untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan
               dalam bidang sosial budaya dan bidang lain-lainnya yang mempunyai
               ciri-ciri Asean.

                   2. Ditingkatkan penerangan mengenai segi-segi sosial budaya
               negara-negara Asean.
                   Keanggotaan:

                   Anggota Asean Women Circle terdiri dari:

                   1. Istri Pejabat pegawai Departemen Luar Negeri RI
                   2. Perempuan berbangsa Asean yang bertempat tinggal di
               Jakarta.

                   3. Istri bekas Pejabat/Pegawai Perwakilan Indonesia di Luar
               Negeri. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut di atas Asean Women
               Circle membantu melancarkan hubungan baik antar bangsa Asean.

                   Walaupun Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia dianggap
               bertitik tolak pada Kongres Perempuan Indonesia pertama yang
               diselenggarakan pada tanggal 22 Desember 1928 namun seperti
               diuraikan dalam bab pertama nampak kaitan yang erat dengan
               organisasi-organisasi perempuan Indonesia se-belum tahun tersebut,
               bahkan nampak pula inspirasi yang didapat dari perjuangan para
               perempuan pahlawan nasional Indonesia yang memberi tauladan dan
               dorongan  kepada  perempuan  Indonesia  untuk  turut  berjuang
               merebut kemerdekaan tanah air dan kemudian membangunnya
               menjadi negara dan bangsa yang makmur dan sejahtera.

                   Dari masa ke masa seperti dibahas dalam enam bab dari Buku
               ini, sejarah menunjukkan bahwa Pergerakan Wanita Indonesia
               merupakan bagian essensil yang tidak dapat dipisahkan dari
               Pergerakan Kebang-saan Indonesia. Pada tahun 1928, dijiwai oleh


                                             304
                                            304
   331   332   333   334   335   336   337   338   339   340   341