Page 23 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 23

SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA                                     23


                   Kemudian pada tahun 1907 terjadi   dari udara, artinya jalur sesar dapat dilihat
                bencana tsunami besar di wilayah Simelue   lebih jelas pada foto udara, peta citra satelit
                dan Nias. Meskipun gempa megathrust 1907   atau peta topografi dengan resolusi cukup
                tidak terlalu besar (M7.6) namun tsunami yang   tinggi.  Sesar  Sumatra  yang  mempunyai
                dibangkitkan mencapai tinggi gelombang   mekanisme pergerakan sesar geser atau
                lebih dari 10 meter di pantai barat dan Utara   pergerakan mendatar mempunyai bidang
                Simelue, yang untuk wilayah ini dua kali lebih   yang tegak lurus permukaan sehingga
                besar dari tinggi tsunami yang terjadi pada   nampak dari atas berupa kelurusan jalur
                waktu  peristiwa tsunami  Aceh tahun  2004  di   rekahan yang membelah bumi, ditandai
                wilayah ini yang hanya mencapai 5 meteran.   oleh tebing-tebing bidang sesar, kelurusan
                Konon, bencana tsunami tahun 1907 ini   lembah dan punggungan bukit, dan juga
                menelan korban lebih dari separuh penduduk   pergeseran  alur-alur  sungai  di  sepanjang
                Pulau Simelue. Bencana tsunami tahun 1907   jalurnya (Gambar 6 dan 7). Oleh karena itu,
                inilah yang kemudian melahirkan istilah   jalur sesar ini dapat dipetakan (McCalpin,
                “SMONG”, bahasa lokal penduduk Simelue   1996; Sieh and Natawidjaja, 2000; Yeats et
                untuk tsunami. Para orang tua yang selamat   al., 1997).
                dari tsunami tahun 1907 , bahkan ada yang      Peta  sesar aktif adalah peta dari  lokasi
                masih hidup pada tahun 2004, menceritakan   jalur sesar di permukaan bumi yang
                tragedi bencana alam ini pada anaknya. Inti   merupakan  proyeksi  garis  pertemuan
                nasehatnya sederhana: “apabila nanti air laut   antara  bidang  sesar  dan  permukaan
                tiba-tiba  surut  sampai  jauh  ke  tengah  maka   tanah. Namun pemetaan jalur sesar yang
                itulah tandanya smong akan datang, larilah   masih aktif tidak selalu mudah. Misalnya di
                cepat ke bukit, selamatkan jiwa dan tinggalkan   landskap yang semuanya dilandasi oleh
                saja harta benda”. Terbukti, pesan para orang   lapisan geologi tua, tidak ada lapisan muda,
                tua ini telah menyelamatkan banyak jiwa waktu   maka identifikasi keaktifan suatu jalur sesar
                terjadi tsunami Aceh tahun 2004.     menjadi tidak mudah karena tidak ada
                                                     referensi keaktifan pergerakan. Kemudian,
                Gempabumi darat di Pegunungan Bukit   bentukan-bentukan  landskap   yang
                Barisan                              berhubungan dengan pergerakan sesar
                Memetakan jalur sesar aktif          juga tidak selalu ada karena tergantung dari
                Seperti yang sudah diuraikan di atas,   mana yang lebih dominan antara laju-gerak
                Sesar Sumatra terbentuk karena adanya   sesar dan kecepatan erosi dan sedimentasi.
                pergerakan lateral akibat arah penunjaman   oleh karena itu, untuk sesar-sesar dengan
                lempeng yang miring (Katili and Hehuwat,   laju gerak (“sliprate”) yang rendah maka
                1967; Sieh and Natawidjaja, 2000).  Jalur   indikasi bentukan alamnya bisa tidak
                Sesar Sumatra yang masih aktif bergerak   terlihat dipermukaan karena sudah tererosi
                ini sebenarnya kasat mata apabila orang   atau tertimbun sedimentasi (Burbank and
                memahami bentukan morfologi bentang   Anderson, 2001). Sesar disebut aktif atau
                alam yang berkaitan proses pergerakan sesar   berpotensi menghasilkan gempa apabila
                dan proses-proses alam di permukaan. Akan   memperlihatkan indikasi pergerakan pada
                lebih mudah kalau kita dapat melihatnya   masa Holosen (Tabel 1).  Apabila hanya
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28