Page 20 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 20
20 KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SUMATERA
Gempabumi megathrust di laut pembangkit yang sangat besar. Gempa-tsunami ini
tsunami memakan korban lebih dari 200 ribu
Zona subduksi Sumatra adalah jalur orang di seluruh wilayah Laut Andaman.
gempabumi yang paling banyak menyerap Tinggi gelombang tsunami di wilayah Aceh
tekanan akibat pergerakan lempeng, oleh mencapai 10 - 30 meter, bahkan tinggi
karena itu, paling sering menghasilkan gelombang tsunami yang sampai di wilayah
gempa-gempa besar. Di masa lampau sudah India setelah menyebrangi lautan Hindia
banyak gempabumi yang terjadi dengan masih dapat mencapai 3 sampai 5 meter.
kekuatan di atas skala 8 magnitudo gempa Bencana tsunami Aceh adalah bencana
atau lebih dikenal sebagai skala Richter yang memakan korban terbesar di seluruh
(Gambar 4). Pada saat terjadi gempa, pulau- dunia untuk kurun waktu 100 tahun terakhir.
pulau bersama-sama permukaan dasar Sejak bencana gempa-tsunami Aceh,
laut di sekitarnya sontak terhentak ke atas zona megathrust seperti tidak henti-hentinya
sehingga massa air ikut terdorong ke atas menggoncang wilayah Sumatra dengan
menghasilkan bumbungan besar air di atas gempa besar. Hanya berselang 3 bulan
permukaan laut (Gambar 4B). Bumbungan setelah gempa Aceh, terjadilah gempa Nias-
air ini kemudian serentak menyebar ke Simelue pada tanggal 25 Maret 2005 dengan
segala arah sebagai gelombang tsunami kekuatan M8.6. Efek goncangan dari Gempa
(Gambar 4C). inilah sebabnya kenapa gempa Nias meluluhlantakan banyak rumah-rumah
megathrust dapat membangkitkan tsunami. di wilayah Gunung Sitoli. Karena terjadi pada
Gelombang tsunami sangat panjang pukul 11 malam hari keruntuhan bangunan
dan bergerak sangat cepat menerjang dan akibat gempa memakan korban lebih dari
membanjiri daratan. Gelombang tsunami dua ribu orang yang pada saat itu sebagian
bisa sangat berbahaya walaupun hanya sedang tertidur lelap. Dua tahun kemudian,
beberapa meter karena seluruh massa airnya tahun 2007, terjadi lagi gempa megathrust
bergerak sehingga mempunyai energi di perairan barat Bengkulu dan Mentawai
momentum yang tinggi. Ini berbeda dengan yang dilepaskan dalam tiga hentakan keras.
gelombang biasa yang disebabkan tiupan gempa pertama berkekuatan M8.4 terjadi
angin karena massa air yang bergerak hanya saat magrib tanggal 12 September. Kemudian
di bagian atasnya saja. dalam selang waktu 13 dan 16 jam setelah
Dalam dekade terakhir, zona megathrust gempa pertama, terjadi gempa kedua dan
Sumatra membangkitkan rentetan gempa- ketiga berkekuatan M7,9 dan M7,1. Gempa
gempa besar yang memakan banyak tahun 2007 ini cukup banyak menimbulkan
korban dan harta benda. Rentetan gempa kerusakan infrastruktur dan menyebabkan
dimulai dari tahun 2000 di Bengkulu dan cukup banyak korban jiwa. Terakhir, pada
diikuti oleh gempa tahun 2002 di Pulau bulan Oktober 2010, gempa megathrust
Simelue. Dua tahun kemudian kemudian, yang membangkitkan gelombang tsunami
pada tanggal 26 Desember 2004, terjadilah sampai setinggi 15 meter melanda wilayah
gempa megathrust Aceh-Andaman yang Pagai di Mentawai, menelan sekitar 500
berkekuatan M 9.2 (Skala magnitudo 9.2 jiwa penduduk Kepulauan Pagai, utamanya
atau 9.2 SR) disertai gelombang tsunami Pulau Pagai Selatan yang lokasinya paling

