Page 18 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 18
18 KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SUMATERA
dikenal sebagai Sesar Sumatera. Jadi Sesar gempabumi adalah sebuah bidang (sesar)
Sumatera terbentuk karena alam perlu bukan berupa titik (ledak) seperti bom.
mengakomodasi pergerakan lempeng yang Proses akumulasi tekanan regangan
lateral. pada jalur sesar ataupun pada zona
Sesar adalah bidang atau zona rekahan subduksi dan peristiwa pelepasan tiba-tiba
pada kerak bumi dimana bagian bumi di dari tekanannya ini disebut sebagai proses
kedua sisi rekahan tersebut bergerak relatif siklus gempa. Jadi masing-masing sesar
terhadap satu dengan yang lainnya. Pada mempunyai siklus gempa dengan perioda
Sesar Sumatra bagian bumi sebelah barat ulang gempa tertentu. Lamanya perioda
bergerak secara lateral ke arah baratdaya ulang gempa tergantung dari kecepatan
sekitar 1-2 cm pertahun relatif terhadap gerak relatif dua blok yang terpisahkan oleh
bagian bumi di timurnya. Seperti halnya jalur sesar tersebut dan besarnya karakteristik
yang terjadi pada megathrust, dua bagian besar gempa yang dikeluarkan. Makin cepat
bumi pada kedua sisi patahan tersebut gerakannya akan makin sering gempanya;
terekat satu sama lain oleh tekanan dan makin besar karakteristik gempanya
gaya friksi permukaannya sehingga ketika akan membuat semakin lama waktu yang
dua sisi itu terus bergerak secara perlahan- dibutuhkan untuk mengumpulkan energi
lahan bidang sesarnya tetap merekat kuat regangannya; Demikian pula sebaliknya.
sehingga tekanan pada bidang ini akan Orang dapat memperkirakan tingginya
terus meningkat sampai akhirnya akumulasi kemungkinan terjadi gempa lagi di masa
tekanan melampaui gaya rekat atau daya datang apabila mengetahui kapan gempa
kunciannya sehingga bidang rekahan besar terakhir dan berapa lama siklus atau
tersebut pecah dan bergerak secara tiba- kisaran waktu perioda ulangnya.
tiba melepaskan semua tekanan (Yeats et Sebagai informasi tambahan, akibat
al., 1997), dimana bagian bumi sebelah adanya gradient geothermal atau kenakan
barat akan melenting ke arah baratdaya suhu bumi dengan bertambahnya
sedangkan bagian bumi sebelah timur akan kedalaman, maka pada kedalaman sekitar
melenting ke tenggara. Peristiwa pecahnya 30 sampai 50 kilometeran, suhu disekitar
dan pergerakan tiba-tiba pada bidang bidang kontak zona subduksi mencapai 300-
patahan menimbulkan gelombang kejut 400°C sehingga di bawah kedalaman ini
(shock waves) yang kemudian menjalar sesuai dengan hukum termodinamika tidak
ke semua arah dan menggetarkan bumi lagi memungkinkan terjadinya akumulasi
di sekitarnya yang dirasakan sebagai energi elastik. Dengan kata lain di bawah
gempabumi. Proses pensesaran inilah yang kedalaman ini lempeng yang menunjam
menjadi sumber utama dari gempa-gempa bergeseran dengan lempeng di atasnya
di daratan Sumatera. Setelah gempa terjadi tanpa terkunci, sehingga umumnya tidak
bidang sesar kembali mengunci dan secara berpotensi untuk menghasilkan gempa-
perlahan tapi pasti kembali mengakumulasi gempa besar. Zona subduksi di bagian yang
tekanan regangan untuk satu saat nanti lebih dalam ini dikenal sebagai zona Benioff.
kembali dilepaskan sebagai gempabumi. Menerus ke bawah, pada kedalaman antara
Jadi perlu dipahami bahwa sumber 150-200 km, suhu bumi bertambah panas

