Page 13 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 13
SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA 13
serta pulau-pulau Nusa Tenggara Barat dan tahun yang lalu tidak jauh berbeda selama
Kepulauan Banda. Hal yang sama terjadi kurun masa itu. Akan tetapi seluruh Sumatera
juga pada benua yang disebut Gondwana dan Jawa hampir seluruhnya merupakan
(Australia), sebagian pecahannya bergerak wilayah sedimentasi laut. Sementara itu
ke utara membentuk pulau-pulau Papua, Kalimantan sebagian besar masih merupakan
Timor, Kepulauan Nusa Tenggara Timur, dan daerah cekungan sedimentasi daratan, dan
sebagian Maluku Tenggara. Sulawesi semakin mengarah pada bentuk
Lebih lanjut IDAS (2012) menjelaskan seperti sekarang. Pada sekitar 13 juta tahun
bahwa pada awal masa Kenozoik atau yang lalu atau masa Miosen Akhir, sebagian
masa Eosen sekitar 55 juta tahun yang lalu, Sumatera masih berupa laut, sementara
sebagian Kepulauan Indonesia seperti Kalimantan sudah hampir seluruhnya berupa
Sumatera, Jawa dan Kalimantan masih daratan, Adapun Jawa dan Sulawesi hampir
menyatu dengan Benua Eurasia di utara. seluruhnya berupa daratan. Sementara itu,
Sedangkan sebagian kepulauan lainnya daratan Papua semakin luas meski sebagian
seperti Papua, masih menyatu dengan masih berupa cekungan laut dangkal.
benua Australia di selatan. Sementara kondisi Tanda-tanda peningkatan perkembangan
paleografi awal Masa Miosen, digambarkan kemudian terjadi pada sekitar 5 juta tahun
mulainya laut dalam yang memisahkan yang lalu atau disebut masa Pliosen. Pada
kepulauan yang berasal Benua Eurasia masa tersebut telah terjadi kegiatan tektonis
di utara dan kepulauan yang berasal dari yang sangat kuat sehingga menyebabkan
benua Gondwana (Australia) di selatan terbentuknya rangkaian perbukitan strukural,
makin mendangkal. Pada sekitar periode 30 seperti dalam bentuk perbukitan sesar dan
juta tahun yang lalu, atau pertengahan masa perbukitan lipatan yang diiringi dengan
Oligosen, sebagian besar dari Kepulauan munculnya rangkaian gunung api aktif di
Indonesia masih berupa lautan dengan sepanjang perbukitan tersebut. Kegiatan
cekungan sedimentasi dan hanya sebagian tektonis dan vulkanis ini kemudian berlanjut
kecil berupa daratan yang membentuk di sepanjang Pulau Jawa dengan arah barat-
pulau-pulau. Akan tetapi pada awal Miosen, timur hingga sampai di Kepulauan Nusa
laut dalam yang memisahkan kepulauan Tenggara dan Kepulauan Banda. Pergerakan
yang berasal dari Benua Eurasia di utara kegiatan pembentukan gunung api ini
dan kepulauan yang berasal dari Gondwana juga terus berlanjut secara memanjang
(Australia) di selatan semakin mendangkal. ke Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.
Pendangkalan tersebut diikuti oleh proses Pada akhirnya bersamaan dengan kegiatan
kenaikan muka laut atau transgresi. pergerakan kelahiran gunung berapi tersebut
Akibatnya sebagian besar daratan Sumatera, terjadi pula perkembangan pembentukan
Kalimantan, dan Jawa yang semula masih daratan yang semakin luas sejak masa
tenggelam menjadi laut dangkal. Sulawesi Pliosen hingga awal Pleistosen yang terjadi
pada saat itu sudah mulai terbentuk, pada sekitar 1,8 juta tahun yang lalu, atau
sementara Papua sudah mulai bergeser ke disebut juga sejak masa Pliosen hingga masa
utara. Kondisi perkembangan paleografis awal Pleistosen. Pada masa inilah puncak
sepanjang Masa Miosen atau sekitar 15 juta perkembangan pembentukan Kepulauan

