Page 9 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 9

SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA                                      9


                 Lebih jauh, dalam peristiwa alam yang   tsunami yang dapat memperparah bencana
                kemudian menjadi peristiwa bersejarah itu   yang terjadi. Kedua, secara akademik gempa
                pada hakekatnya terdapat dimensi tafsir   bumi masih merupakan salah satu bencana
                dan pemaknaan yang luas, baik dari dimensi   alam yang dipandang masih penuh ‘misteri’.
                sosial, ekonomi, politik, kemanusiaan,   Dibandingkan dengan beberapa macam
                religius,  filosofis,  maupun  dinensi  kultural   bencana alam lainnya, hingga kini akademisi
                dan akademik. Peristiwa bencana alam   masih belum dapat menyusun teori untuk
                yang telah menjadi peristiwa bersejarah   memprediksi keterjadian gempa bumi. Aspek
                tersebut memiliki esensi, makna dan hakekat   lain yang hingga kini masih menarik untuk
                yang diantaranya dapat dijadikan sebagai   dikaji adalah terkait aspek penganggulangan
                pengalaman hidup, sumber informasi dan   bencana gempa bumi. Oleh karena itu,
                pengetahuan yang berharga untuk masa kini   perlu kajian yang lebih mendalam mengenai
                dan masa depan. Pengetahuan mengenai   bencana gempa bumi, khususnya kajian-kajian
                bencana alam berdasar pengalaman masa   yang berusaha menyusun model antisipasi
                lampau tersebut diharapkan dapat berfungsi   penanggulangan dampak bencana secara
                sebagai bekal bagi masyarakat Indonesia   tepat.
                dalam menghadapi atau menanggulangi      Pulau Sumatera merupakan wilayah
                ancaman dan tantangan bencana alam yang   di Kepulauan Indonesia yang unik dalam
                sama di masa yang akan datang.       perulangan kehadiran gempa bumi baik
                   Berpangkal dari latar pemikiran tersebut,   dalam skala kecil maupun dalam skala
                maka perlu pengkajian mengenai bagaimana   yang besar. Secara akademik, pemilihan
                peristiwa bencana alam yang sudah terjadi di   Sumatera dapat dijadikan sebagai model
                Indonesia dapat disusun dalam suatu kerangka   pemahaman dan kajian yang diharapkan
                pemikiran yang dapat dijadikan sebagai   dapat memberikan manfaat untuk
                sumber pengetahuan, khususnya dalam   memahami permasalahan gempa bumi
                rangka  mitigasi  bencana.  Secara  spesifik,   di Indonesia secara  keseluruhan.  Lebih
                tulisan ini hendak mengkaji peran kearifan lokal   jauh, penyusunan kajian sejarah bencana
                di Indonesia dalam usaha mitigasi bencana   gempa bumi tidak hanya menjadi penting
                gempa bumi. Peran kearifan lokal dalam   dari segi akademis-teoritis semata, namun
                mitigasi bencana gempa bumi didasarkan   juga dari segi praktis dan pragmatis. Kajian
                atas beberapa pertimbangan praktis maupun   sejarah bencana gempa bumi di Indonesia
                akademik. Pertama, secara praktis, masyarakat   diharapkan dapat memberikan bahan
                telah menilai bencana alam gempa bumi pada   informasi  bagi pemerintah pusat dan
                masa kini sebagai salah satu bencana alam   daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan
                yang secara berulang terjadi dan dipandang   terkait penanggulangan bencana gempa
                membawa dampak kerusakan yang dahsyat   bumi. Selain itu, kajian sejarah bencana
                bagi kehidupan manusia dan lingkungan   gempa bumi juga diharapkan bermanfaat
                sekitarnya. Terlebih, ketika terjadi di dasar   sebagai sumber informasi mengenai usaha
                lautan, gempa bumi dapat menimbulkan   penanggulangan bencana gempa bumi bagi
                bencana tidak hanya dari gempa bumi itu   kalangan pendidik di sekolah, perguruan
                sendiri  namun  juga  berpotensi  memicu   tinggi dan masyarakat pada umumnya.
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14