Page 14 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 14
14 KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SUMATERA
Indonesia terjadi pada kedudukan sebagai banyak ditemukan dalam berbagai sumber
pulau-pulau yang kemudian terwujud seperti tertulis. Lebih-lebih sejak pertengahan abad
dalam bentuk yang sekarang ini. ke-20 sampai masa kini data-data sejarah
Dari gambaran sejarah dari perspektif gempa bumi makin mudah untuk diperoleh
kajian Paleografis dan Paleogeologis seiring dengan perkembangan era informasi.
tersebut di atas maka dapat dipahami
tentang adanya hubungan antara kondisi GEMPABUMI DI INDONESIA PADA MASA
geografis dan geologis tektonis dan vulkanis KOLONIAL
yang dimiliki Pulau Sumatra dan pulau- Menurut Encylopaedi van Nederlandsh-
pulau lain yang terbentang dari Indonesia Indie (1917:2), terdapat beberapa peristiwa
bagian barat sampai Indonesia bagian bencana gempa bumi yang terjadi di
timur. Perkembangan keberadaan wilayah Indonesia pada masa pemerintahan Hindia
Kepulauan Indonesia sebagai wilayah tektonis Belanda. Peristiwa bencana gempa bumi
dan vulkanis erat terkait dengan seringnya tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah
terjadi bencana gempa bumi, tsunami, Hindia Belanda, baik itu di wilayah barat,
letusan gunung api dan juga bencana tengah, dan timur. Di wilayah Indonesia
alam lainnya. Perkembangan geografis bagian barat antara lain terjadi di Padang
tersebut diatas dengan demikian mampu (1826), Tapanuli (1892), Kerinci (1900),
menggambarkan fenomena kesejarahan Simeuleu (1907) dan Bengkulu (1914). Di
bencana gempa bumi di kepulauan wilayah Indonesia bagian tengah antara lain
Indonesia semenjak masa lampau. Gambaran terjadi di Maos (1823), Wonosobo (1824),
umum sejarah kegempabumian di Indonesia Cirebon (1847), Semarang (1856), Ambarawa
semenjak masa pra-sejarah dan masa sejarah (1865), Jawa Tengah dan Yogyakarta (1867),
juga menjadi lebih jelas kesinambungannya. Salatiga (1872), Cianjur (1879) dan Sukabumi
Demikian juga halnya sejarah gempa dari (1900). Di wilayah Indonesia bagian timur
masa kuna, masa kolonial, dan masa setelah antara lain terjadi di Ambon (1644, 1674,
kemerdekaan hingga masa kini. 1835, 1898), Maluku (1857), Seram (1890),
Sesuai dengan perkembangan kajian Kupang (1881) dan Sangir (1913).
seismografi, yang sudah berlangsung Dari data tersebut di atas, dapat disimak
sejak masa kolonial, pencatatan peristiwa betapa banyak bencana gempa bumi
kegempaan dan bencana yang ditimbulkan yang pernah melanda wilayah Indonesia.
pada masa kolonial dapat ditelusuri melalui Hal tersebut dapat menjelaskan mengapa
sumber dokumentasi yang ada pada masa bahwa gempa bumi telah menjadi salah
itu. Sejak awal abad ke-19 sampai awal abad satu bencana alam yang sering terjadi
ke-20, pencatatan gempabumi di Indonesia di Indonesia. Kajian terhadap dampak
dalam batas tertentu tersedia dalam bentuk gempa yang terjadi di Indonesia menjadi
dokumen arsip, laporan pemerintah, surat menarik untuk dilakukan. Khususnya kajian
kabar, majalah, dan tulisan monografis pada terkait dampaknya terhadap kehidupan
periode tersebut. Pada periode kemerdekaan masyarakat Indonesia sejak masa lampau.
sampai masa kini, catatan mengenai bencana Kajian gempa bumi dari perspektif sejarah
gempa bumi dan bencana alam lainnya lebih diharapkan dapat mengungkap bagaimana

