Page 15 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 15

SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA                                     15


                masyarakat Indonesia lampau hingga kini      Litosfer “mengapung” diatas mantel
                dalam  menanggapi,  menanggulangi dan   bumi yang dapat bersifat cair. Kemudian,
                menyikapi peristiwa gempa bumi dan   karena mantel ini terpanaskan dari dalam
                bencana yang ditimbulkannya. Oleh karena   oleh  intibumi yang super panas  maka
                itu, uraian tentang Geologi  Jalur Gempa   terjadilah arus konveksi di mantel seperti
                bumi di Sumatera berikut ini akan lebih   halnya  kalau  air  dipanaskan  di  atas  tungku
                dapat memberikan informasi fakta dan data   api (Gambar 1). Arus konveksi mantel bumi
                sejarah bencana gempa bumi di Sumatera   menggerakan litosfer di atasnya, kemudian
                secara seksama. Diharapkan sajian pada bab-  melalui proses  yang panjang litosfer ini
                bab tersebut dapat mengantar upaya untuk   terbelah-belah  sehingga  terbagi-bagi
                menggali kearifan lokal sebagai sarana untuk   menjadi banyak lempeng yang bergerak
                mitigasi bencana di masa mendatang.  terhadap satu sama lainnya akibat arus
                                                     konveksi dan juga gaya gravitasi karena
                GEOLOGI JALUR GEMPABUMI DI           perbedaan tinggi. Lempeng-lempeng bumi
                SUMATERA                             dapat bergerak saling menjauh, berpapasan,
                Kenapa di Sumatera Sering Gempabumi?  dan bertumbukan. Pergerakan lempeng
                Bumi kita ini berlapis-lapis. Keberadaan   hanya beberapa milimeter – centimeter
                lapisan-lapisan ini berkaitan erat dengan   pertahun sehingga pancaindra kita tidak
                perubahan temperature dan tekanan yang   bisa melihat atau merasakan efeknya
                semakin tinggi kearah pusat bumi. Lapisan   karena terlalu perlahan. Namun pergerakan
                bumi  dapat  dikelompokan  menjadi  tiga   perlahan-lahan  inilah  yang  menjadi  mesin
                bagian utama. Pertama, lapisan paling luar   pembentuk rupa bumi dengan berbagai
                disebut lapisan batuan (litosfer) atau kulit   prosesnya, termasuk siklus gempabumi.
                bumi yang padat, tebalnya sampai 100      Perihal  pergerakan  permukaan  bumi
                km-an. Kedua, disebelah dalamnya adalah   yang perlahan-lahan ini sudah dikemukakan
                mantel bumi yang tebalnya sampai ribuan   pada tahun 1912 oleh seorang ahli geofisika
                kilometer. Bagian luar dari mantel ini bisa   bernama Alfred Wagener yang berpendapat
                bersifat cair, sehingga Litosfer seperti   bahwa pantai timur Benua Amerika dan barat
                mengapung di atasnya. Ketiga, di sekitar   Benua Afrika dulunya bersatu tapi kemudian
                pusat bumi adalah intibumi yang luar   terpisahkan akibat pergerakan di dasar laut.
                biasa panasnya, terdiri dari  lelehan mineral   Pasalnya, ibarat bermain “puzzle” dia melihat
                logam.  Yang erat kaitannya dengan proses   bahwa bentuk pantai  Afrika Barat sangat
                gempa bumi adalah Litosfer, terutama   mirip dengan pantai Amerika timur, demikian
                bagian atasnya yang disebut sebagai kerak   juga  jenis  flora  dan  faunanya  juga  banyak
                bumi atau “crust”yang tebalnya sekitar 15   kesamaan. dalam memperkuat hipotesanya,
                km untuk kerak samudra dan 40 km untuk   dia mengemukakan kemungkinan bahwa
                kerak benua (Yeats et al., 1997). Di bagian   dasar samudera itu bisa mekar. Namun
                kerak suhu bumi umumnya tidak melebihi   Hipotesa  Wagener yang dikenal sebagai
                300 - 400° C. Ini adalah persyaratan utama   “Continental Drift” ini selama ~40 tahun tidak
                untuk terjadi proses deformasi elastik yang   diterima oleh masyarakat ilmiah bahkan
                membangkitkan gelombang seismik.     hipotesa beliau dianggap mustahil.
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20