Page 17 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 17
SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA 17
lempeng yang tertekan akan termampatkan massa di tepian barat Sumatra ke arah
sebesar beberapa meter. Karena massa baratdaya searah dengan sumbu palung.
batuan mempunyai batas maksimal Sebagian besar pemampatan kerak bumi
untuk dapat menahan tekanan ini maka terjadi pada tepian Sumatra di bawah wilayah
akumulasi tekanan ini harus dilepaskan perairan barat, di mana di atasnya terdapat
secara periodik. Ibaratnya seperti per yang gugusan pulau-pulau busur luar, yaitu mulai
ditekan maka pada akhirnya akan bergerak dari Pulau Simelue, Nias, Siberut, Sipora,
melenting. Proses ini disebut sebagai Pagai, sampai ke Pulau Enggano. Kerak Lautan
proses deformasi elastik. Proses pergerakan Hindia menunjam mulai dari batas palung
lempeng ini juga membuat kerak bumi ke bawah. Bidang batas kontak lempeng
menjadi makin terbelah-belah. Jalur-jalur pada zona penunjaman ini disebut sebagai
belahannya disebut sebagai jalur rekahan zona subduksi. Tekanan akibat pemampatan
bumi (“fractures”); apabila jalur rekahan ini lempeng ini terkonsentrasi pada bagian
bergerak maka disebut sebagai jalur sesar atas dari zona subduksi ini karena bidang
atau patahan. Sebagian besar akumulasi kontaknya terkunci mulai dari palung sampai
tekanan atau energi elastik dilepaskan pada kedalaman sekitar 30-50 km, yaitu di bawah
pergerakan pada batas lempeng lautan yang gais pantai barat Sumatera. Kuncian ini yang
menunjam dan lempeng benua di atasnya; menyebabkan gerakan lempeng terakumulasi
sebagian lagi dilepaskan dalam pergerakan di zona kuncian menjadi akumulasi energi
sesar baik pada lempeng benua ataupun elastik. Dari waktu kewaktu akumulasi tekanan
pada lempeng lautan. Pergerakan bumi terus meningkat sampai akhirnya melewati
inilah yang membangkitkan gempabumi batas maksimal daya kuncian (“coefficient
atau gelombang seismik. Itulah sebabnya friction”) dari bidang kontak tersebut
kenapa di wilayah Sumatra sering terjadi sehingga massa batuan di atas bidang kontak
gempabumi. bergerak tiba-tiba melenting berlawanan
arah dengan arah tekanan, yaitu ke arah luar
Ada sumber gempa di bawah laut dan ada atau Lautan Hindia. Gerak lentingan inilah
yang di darat yang membangkitkan gelombang kejut atau
Kerak lautan Hindia menabrak tepian kerak dikenal sebagai gempabumi. Bidang kontak
benua Sumatera kemudian menunjam di bagian atas zona subduksi disebut sebagai
di bawahnya dengan kecepatan 5 - 6 cm megathrust, sehingga gempanya disebut
per-tahun Jawa (Bock, 2003; Chlieh et al., sebagai gempa megathrust.
2008; Tregoning et al., 1994). Arah gerakan Tekanan lateral yang mendorong
lempeng samudra ini tidak tegak lurus massa batuan di tepian barat Sumatera ke
terhadap palung Sumatera tapi miring ke arah baratdaya dalam proses yang sangat
arah utara sehingga disepanjang tepian panjang pada akhirnya menyebabkan
Sumatera tekanan lempeng ini terbagi terbentuknya jalur sesar besar di daratan
menjadi dua macam tekanan, yaitu tekanan yang membelah dua Pulau Sumatera di
yang memampatkan massa batuan dengan sepanjang zona pegunungan Bukit Barisan
arah kurang lebih tegak lurus palung, dan yang membentang mulai dari wilayah Aceh
tekanan yang mendorong secara lateral sampai Selat Sunda. Jalur sesar besar ini

