Page 21 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 21
SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA 21
Diagram zona subduksi Sumatra (penampang A-B pada
Gambar 1.3) memperlihatkan struktur bumi di bawah
permukaan. Sumber gempa besar di Sumatra adalah pada
megathrust dan jalur Patahan Sumatra. Megathtrust adalah
pada bidang kontak zona subduksi sampai kedalaman ~
50km. Pada kedalaman 150-200km, lempeng meleleh menjadi
magma. Magma naik ke atas menjadi gunung api. (Sumber:
Poster dan Brosur LIPI-Caltech : “Sumatra Rawan Gempa”).
dekat dengan sumber gempa pembangkit Kedua gempa ini menghasilkan tsunami
tsunami tersebut. besar yang melanda wilayah perairan
Perlu digarisbawahi bahwa sebelum Sumatra barat dan Bengkulu, termasuk Kota
terjadi gempa-tsunami aceh tahun 2004, Padang. Di khatulistiwa, gempa besar terkhir
sebagian besar penduduk Sumatera dan terjadi tahun 1935 dengan kekuatan gempa
bahkan seluruh Indonesia tidak mengenal M 7.7. Gempa ini menyebabkan kerusakan
tsunami. Padahal bencana gempa-tsunami yang cukup parah di Telo, kota Kecamatan
ini sebenarnya sudah berkali-kali terjadi di Kep. Batu dan juga wilayah sekitarnya. Di
dimasa lalu. Namun kelihatannya sejarah beberapa tempat di Kep. Batu dilaporkan
bencana masa lalu ini, walaupun sebenarnya juga adanya kenaikan airlaut ketika gempa,
tercatat dalam laporan-laporan dahulu, tidak namun tidak dilaporkan adanya kerusakan
terpublikasikan dengan baik ke masyarakat serius dan korban jiwa akibat gelombang
luas sehingga masyarakat tidak dapat laut yang naik ini. Di utara khatulistiwa,
mengambil pelajaran dari pengalaman masa gempa dan tsunami besar pernah terjadi
lalunya. di wilayah Nias-Simelue pada tahun 1861
Di Selatan khatulistiwa, di wilayah pesisir dengan kekuatan diperkirakan lebih dari
pantai Sumatra barat dan Bengkulu gempa M8.5. dalam laporan tercatat bahwa tsunami
besar pernah terjadi tahun 1833 dan pada gempa 1861 ini cukup besar (Newcomb and
tahun 1797 dengan kekuatan M8.9 dan M8.7. McCann, 1987; Wichmann, 1918).

