Page 58 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 58
58 KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SUMATERA
menganan (blok sebelah barat bergerak ke
utara, blok sebelah timur ke selatan). Terjadi
juga pergerakan vertikal, blok sebelah barat
turun sampai 24 cm relatif terhadap yang
timur. Jalur rekahan sesar dari gempa yang
kedua ditemukan di wilayah sebelah utara
dari Danau Singkarak. Panjang dari jalur ini
sekitar 22 km, dan besarnya pergerakan
maksimum hanya 12 cm sampai 30 cm.
Masyarakat di selatan Danau singkarak
melaporkan bahwa gempa yang paling
keras dan merusak adalah gempa yang
pertama, sedangkan masyarakat di utara
Danau melaporkan bahwa yang paling keras
dan merusakan rumah-rumah mereka justru
yang kedua. Jadi kesaksian masyarakat ini
konsisten dengan waktu dan lokasi dari
gempa yang pertama dan yang kedua.
Demikian juga lokasi rekahan permukaan
dari sesar gempa yang pertama ditemukan
berada di selatan danau, yaitu pada segmen
Sesar Sumani, sedangkan bukti terjadi
pensesaran di permukaan pada gempa
yang kedua adalah di utara danau atau
pada segmen Sesar Sianok (Daryono, 2012;
Natawidjaja et al., 2007b).
Dari pengamatan visual di lapangan
terlihat bahwa rumah-rumah dan bangunan
yang rusak berat atau ambruk adalah yang
lokasinya persis berada di jalur rekahan sesar
ATAS
gempanya (contoh Gambar 38). Sebaliknya
Gambar 34 Lokasi jalur Sesar
rumah-rumah yang berdiri hanya belasan Sumatera di Sumatra Barat (data
meter diluar jalur rekahan tidak mengalami dari Sieh dan Natawidjaja, 2000)
kerusakan serius. Jadi sebagian besar
rumah-rumah dan bangunan yang rusak BAWAH
Gambar 35 Sketsa evolusi Danau
berat dan ambruk bukan hanya karena efek
Singkarak yang terbentuk karena
goncangannya saja tapi terutama karena
mekanisme “pull-apart” diantara
efek pergerakan pada tanah fondasi rumah dua segmen sesar, yaitu Segmen
karena persis berada pada jalur sesar. Hal Sumani dan Sianok (dari Sieh
menarik lainnya dari deformasi permukaan dan Natawidjaja, 2000).
tanah yang terjadi, adalah kerusakan yang

