Page 62 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 62

62                   KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SUMATERA













































                Gambar 42 Foto satelit             di wilayah Koto Gadang (Gambar 42).
                resolusi 1 meter (Quickbird)
                                                   Fenomena alam dari jalur sesar Sumatra
                memperlihatkan jalur sesar
                                                   yang melintasi desa ini dapat dengan jelas
                (garis merah putus-putus)
                                                   diamati yaitu berupa tebing memanjang
                yang melintas ke Koto
                Gadang.                            yang secara alamiah membagi dua antara
                                                   wilayah perumahan di bagian timurnya dan
              juga ditemukan longsoran/amblasan di   persawahan di bagian barat-nya (Gambar
              pingiran danau. Panjang blok yang longsor   42 dan 43). Di Koto Gadang banyak
              masuk ke danau sampai lebih dari 100m dan   rumah-rumah dan bangunan yang rusak,
              lebarnya beberapa puluh meter (Gambar   khususnya yang berada di lokasi jalur sesar,
              41 ). Massa tanah yang masuk ke danau ini   termasuk mesjid besarnya. Rusaknya mesjid
              menurut penduduk setempat menimbulkan   ini karena lokasinya persis berada pada jalur
              gelombang air di danau (seperti mekanisme   sesar, sehingga walaupun konstruksinya
              tsunami). Gelombang air ini dapat diamati   cukup baik tapi tetap tidak akan tahan
              sampai tepian timur dari danau.      kalau fondasi-nya bergeser keras ketika
                 Di utara, zona rekahan gempa berakhir   gempa (Gambar 44, 45). Mesjid besar Koto
   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67