Page 67 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 67

SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA                                     67



































                menempati  wilayah-wilayah  rawan  bencana   Gambar 48 Membuat zonasi bahaya (=
                yang tadinya tidak atau sedkit dihuni.  Jadi   Fault Avoidance Zone) dari patahan aktif:
                                                        20 meter di kanan-kiri jalur patahan. Grafis
                tujuan sangat penting dalam  mengurangi
                                                        di adopsi dari ”Planning for Development
                dampak bencana alam adalah dengan
                                                        of Land on or Close to Active Faults” di
                memasukkan faktor bencana alam dalam    New Zealand oleh Kerr dan Nathan (2003)
                perencanaan pembangunan dan perluasan   dan Becker dan Saunders (2005).
                wilayah. Disamping itu juga membuat
                usaha-usaha  untuk  mengurangi  kerawanan   tingkat bahayanya sangat tinggi tapi kalau
                bencana bagi wilayah yang kadung ada di   wilayah tersebut tidak dihuni manusia
                wilayah rawan bencana.               dan tidak ada infrastruktur maka risikonya
                   Mitigasi bencana alam adalah usaha   menjadi nol. Sebaliknya, walaupun tingkat
                untuk menghindari atau meminimalkan   bahayanya sedang-sedang saja tapi kalau
                efek bencana dari kejadian alam terhadap   berada di wilayah yang populasinya padat
                manusia  dan   lingkungan  hidupnya.  dan infrastruktur yang rawan maka risikonya
                Dalam hal ini dua faktor utama yang harus   dapat menjadi tinggi. Mitigasi bencana biasa
                diperhitungkan adalah tingkat  bahaya atau   juga disebut sebagai usaha pengurangan
                “hazards” dan tingkat  risiko atau “risks”.   risiko bencana (“disaster risk reduction”).
                Bahaya  adalah  kuantifikasi  kekuatan  atau   Jadi  mitigasi  bencana  hanya  dapat
                tingkat ancaman dari suatu bencana;   dilakukan dengan efisien dan efektif apabila
                Sedangan risiko adalah seberapa besarnya   berbagai faktor bahaya dan risikonya sudah
                efek yang dapat ditimbulkan oleh adanya   teridentifikasi  dan  terkuantifikasi  dengan
                bahaya.  Jadi  walaupun  di  satu  wilayah   baik.
   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72