Page 70 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 70
70 KEARIFAN LOKAL DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SUMATERA
DR. Danny Hilman Natawidjaja (Geologi- semakin tinggi nilai hazardnya tapi semakin
LIPI), Prof. DR. Sri Widiyantoro (Seismologi- kecil kemungkinan terjadinya dalam satu
ITB), DR. Wahyu Triyoso (Seismologi-ITB), Ir. perioda tertentu.
Engkon Kertapati (Geologi-Badan Geologi), Terlihat dalam peta PSHA bahwa untuk
DR. Irwan Meilano (Crustal Deformation- Pulau Sumatra wilayah yang mempunyai
ITB), Drs. Suhardjono (Seismologi- nilai seismic hazard tinggi adalah di
BMKG), Ir. M. Asrurifak, MT. (Geoteknik bagian sebelah barat, yaitu mulai dari
Kegempaan-ITB), dan Ir. M. Ridwan, Dipl. zona pegunungan bukit barisan. Terlihat
E. Eng. (Geologi-PU). Tim 9 merupakan Tim bahwa untuk daratan, indeks seismic hazard
Nasional yang pertama kalinya terbentuk tertinggi adalah di sepanjang jalur Sesar
untuk Revisi Peta Zonasi Gempa Indonesia. Sumatra (Gambar 49a-b, 50, 51). Indeks
Sebelumnya peta zonasi gempa indonesia seismic hazard untuk pulau-pulau di busur
dibuat oleh perseorangan atau kelompok- barat Sumatra juga tinggi karena letaknya
kelompok saja sehingga peta gempa yang berada di atas zona sesar megathrust.
dihasilkan menjadi banyak versi dan tanpa Di Aceh, (hampir) semua wilayah
standar kualitas yang jelas. Peta PSHA tahun mempunyai indeks seismic hazard lebih
2010 dari Tim 9 kemudian diadopsi dan besar atau sama dengan 0.2 g untuk PSHA
dituangkan kedalam SNI 03-1726-2012 dengan return period 500 tahun atau 0.3g
tentang Tatacara Perencanaan Ketahanan untuk PSHA dengan return period 2500
Gempa untuk Struktur Gedung dan Non tahun. Wilayah di sepanjang jalur Sesar
Gedung yang dikeluarkan oleh Badan Sumatra dan di pantai barat, termasuk Kota
Standarisasi Nasional (BSN). SNI-03-1726- Banda Aceh dan Sabang, bahkan mencapai
2012 ini menggantikan SNI 03-1726-2002. 0.4g untuk PSHA dengan return period
Peta PSHA biasa direpresentasikan 500 tahun atau 0.6g untuk PSHA dengan
dalam beberapa level probabilitas hazard. return period 2500 tahun. Pulau Simelue
Yang paling umum adalah level probabilitas yang berada di atas megathrust mempunyai
dengan perioda ulang (“return period”) indeks seismic hazard 0.6g untuk PSHA
500 tahun dan 2500 tahun (Gambar 49a,b). dengan return period 500 tahun atau 1.2g
Peta PSHA dengan perioda ulang 500 tahun untuk PSHA dengan return period 2500
berarti nilai hazardnya (yang dinyatakan tahun.
dalam percepatan gravitasi g) mempunyai Di Sumatera Barat, wilayah pesisir barat
kemungkinan terlampaui 10% dalam 50 termasuk Kota Padang dan Pariaman
tahun. Dengan kata lain berarti sekitar 90% mempunyai indeks seismic hazard 0.3
kemungkinannya nilai hazard tersebut tidak sampai 0.4g untuk PSHA dengan return
akan terlampaui dalam masa 50 tahun. Peta period 500 tahun atau 0.5 sampai 0.6g
PSHA dengan perioda ulang 2500 tahun untuk PSHA dengan return period 2500
artinya nilai hazardnya (yang dinyatakan tahun. Untuk wilayah di Pegunungan Bukit
dalam percepatan gravitasi g) mempunyai Barisan di zona Sesar Sumatera, termasuk
kemungkinan terlampaui 2% dalam 50 Kota Bukit Tinggi, Padang Panjang, dan
tahun. Jadi semakin besar level probabilitas Solok; indeks seismic hazard-nya mencapai
atau perioda ulang yang dipakai akan kisaran dari 0.7 sampai 1.0g untuk PSHA

