Page 73 - PANDUAN PRAKTIKUM KEPERAWATAN MATERNITAS
P. 73
f. Meminta keluarga membantu posisi menyeran yang nyaman bagi
ibu.
g. Mengejarkan kembali cas meneran, bimbing ibu agar dapat
meneran dengan benar dan efektif, perbaiki cara meneran bila
salah, anjurkan ibu untuk istirahat di antara waktu his.
h. Memasang duk steril di bawah bokong ibu (bila ukuran besar
lipat segitiga).
i. Lakukan vulva higiene sebelum periksa dalam dan periksa
pembukaan serta kondisi serviks. Bila ketuban belum pecah
lakukan pemecahan selaput ketuban pada saat ada his, dengan
tangan tetap di dalam lakukan pemeriksaan secara teliti
(presentasi, prolaps tali pusat) sambil dijelaskan ke ibu hasil
pemeriksaan.
j. Keluarkan tangan secara perlahan sambil memeriksa kondisi
cairan ketuban yang keluar.
k. Cuci tangan dengan larutan klorin 0,5% lepaskan sarung tangan
dan rendam dalam keadaan terbalik, kemudian cuci tangan
dengan benar.
l. Periksa denyut jantung janin saat uterus relaksasi.
m. Menyiapkan alat persalinan termasuk mematahkan oksitosin
dan memasukkan ke dalam alat suntik 2,5 cc ke dalam wadah
partus set.
n. Pimpin ibu untuk meneran secara benar (seperti meneran saat
buang air besar).
o. Memasang handuk di atas perut ibu dengan lipatan yang tepat.
p. Letakkan kain steril dengan bentuk segitiga di bawah bokong
ibu.
q. Pasang sarung tangan steril dan set pertolongan persalinan
sesuai dengan urutan penggunaannya.
r. Ambil duk untuk melapisi tangan kanan merengangkan
perineum untuk mencegah ruptur perineum.
s. Saat kepala meregang, vulva dan perineum (crowning) dengan
diameter 5 – 6 cm, dengan dialasi oleh kain basah tangan kanan
penolong melakukan dorongan pada perineum dekat dengan
dagu janin ke arah depan atas. Tangan kiri melakukan tekanan
ringan pada daerah oksiput. Manuver ini dilakukan untuk
Panduan Praktik Laboratorium | 66

