Page 217 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 217
Toponim Kota Yogyakarta 199
3. Kampung Pilahan
Nama Kampung Pilahan berasal dari kata “pilah”. Poerwadarminta dalam kamus
Bausastra Jawa (1939) menyebutkan kata “pilah” yang mengandung pengertian pisah karo
panunggalane atau terbagi dari kesatuannya. Menurut sejarahnya, pada masa Kerajaan
Mataram Islam, Sultan Agung menerapkan hukum pembagian hasil panen untuk
keraton dan petani sebagai penggarap tanah keraton. Saat itu wilayah Pilahan masih
berupa persawahan dan penduduknya mayoritas bermata pencaharian sebagai petani.
Sementara itu, dalam versi lainnya toponimi Pilahan dikaitkan dengan sosok Retno
Dumilah, putri asal Madiun yang diperistri oleh Panembahan Senapati. Suatu ketika,
Retno Dumilah dimadu dan dikebonke (ditempatkan atau disanggrahkan) di daerah luar
keraton yakni di tanah bekas aliran sungai Gajah Wong sehingga kawasan dimana Retno
Dumilah pernah dipisah (dipilah) ini dinamakan Pilahan (Setyobudi, 2001: 39).
Sumber: Koleksi KITLV (D G 29,49)
Peta “Kotagede:
opgenomen door
den Topografischen
Dienst in 1923-1924”
yang menunjukkan
keberadaan Kampung
Pilahan.

