Page 222 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 222

204         Toponim Kota Yogyakarta












                             Keraton karena disini terdapat sebuah kompleks keraton, yaitu keraton Ngayogyakarta
                             Hadiningrat. Dalam  sejarahnya, keraton ini dibangun oleh Pangeran Mangkubumi
                             atau  yang  kemudian  bergelar  Sultan  Hamengku  Buwono Senopati  Ing Ngalaga
                             Ngabdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping I pasca
                             Palihan Nagari. Keraton selesai dibangun pada tanggal 13 Sura 1682 tahun Jawa atau 7
                             Oktober 1756 dan ditandai dengan candrasengkala memet berbentuk dua ekor naga yang
                             menghadap berlawanan dan ekornya saling berbelitan di tengah, yang dibaca ‘dwi naga
                             rasa tunggal’, artinya 1682 Tahun Jawa atau 1756 Masehi.





                             Kelurahan Kadipaten:  Kadipaten Kidul, Kadipaten Kulon,
                             Kadipaten Wetan, Ngasem.


                             Secara administratif, Kelurahan Kadipaten dibagi menjadi 4 kampung, yakni Kampung
                             Kadipaten Kidul (titik koordinat -7.808442, 110.357249) yang ada di sebelah selatan,
                             kampung Kadipaten Kulon yang ada di sebelah barat, Kampung Kadipaten Wetan (titik
                             koordinat -7.804839, 110.359102) yang ada di sebelah timur, dan Kampung Ngasem.



                             1. Kampung Kadipaten


                             Dalam kamus Bausastra Jawa disebutkan istilah kadipatèn yang artinya adalah dalême
                             Pangeran Adipati atau kediamannya Pangeran Adipati (Poerwadarminta, 1939). Dalam
                             Javaansch-Nederduitsch Woordenboek juga disebutkan kata kadipatèn yang artinya istana
                             atau wilayah Putra Mahkota atau Pangeran Adipati (Gericke dan Roorda  (1847).
                             Pangeran Adipati Anom dalam kamus Bausastra Jawa merupakan sêsêbutaning putrane ratu
                             kang bakal gumanti nata atau gelar putra ratu yang akan ganti bertahta (Poerwadarminta,
                             1939). Sama halnya dengan Javaansch-Nederduitsch Woordenboek,, dalam Javanese-English
                             Dictionary kadipatèn berarti kediaman  putra  mahkota di Yogyakarta dan Surakarta
                             (Horne, 1973).

                             Ditelisik dari sejarahnya, wilayah ini pertama kali digunakan sebagai kediaman putra
                             mahkota Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat saat masa pemerintahan Sri Sultan
                             Hamengku Buwana VI. Kala itu sang putra mahkota, KGPAA Hamengku Negoro atau
                             GPH Hangabehi (putra sulung dari Sri Sultan Hamengku Buwono VI dengan garwa
   217   218   219   220   221   222   223   224   225   226   227