Page 225 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 225

Toponim Kota Yogyakarta   207











                  nama Kadipaten yaitu Kampung Ngasem.


                  Kadipaten Kidul merupakan kampung yang berada di bagian selatan dari Kelurahan
                  Kadipaten. Kampung ini berada dekat dengan benteng luar Keraton Ngayogyakarta
                  Hadiningrat. Pendirian benteng ini bertujuan sebagai pertahanan kota sekaligus
                  melindungi  istana. Oleh  karena itu  bentuk  benteng  dibuat sangat  tebal  dan tinggi
                  dengan harapan  sulit untuk ditembus oleh musuh. Wilayah yang berada di dalam
                  benteng  ini disebut sebagai  jeron benteng.  Pembangunan benteng  ini telah dimulai
                  sejak masa Sri Sultan Hamengkubuwono I. Saat itu, pembangunan benteng di wilayah
                  permukiman ini bertujuan sebagai lingkaran pertahanan kedua bagi keraton. Hal ini
                  tentunya menunjukan kepandaian seorang raja dalam menata kota untuk memberikan
                  serta  memastikan  keamanan  dan  keselamatan  segenap rakyatnya  (Baha’uddin  dan
                  Nurharjarini, 2018: 81-82).

                  Sayangnya, setelah periode kemerdekaan Indonesia terdapat sebagian kecil masyarakat
                  yang kurang paham akan nilai sejarah, budaya, dan filosofis dari benteng tersebut.
                  Beberapa kasus menunjukan terdapat pencurian serta perusakan bangunan benteng.
                  Akibat hal ini Sri Sultan Hamengkubuwono IX pun pada 1970 memutuskan untuk
                  meruntuhkan sebagian benteng serta menyimpan aset-aset berharga dari bangunan
                  tersebut guna kemaslahatan masyarakat khususnya di Kelurahan  Kadipaten
                  (Pratomoharjo dan Sarjilah, 2019).


                  Kadipaten  Wetan merupakan  kampung  yang  berada  di timur  dari  Kelurahan
                  Kadipaten. Kampung Kadipaten Wetan ini menyimpan sebuah sejarah yang unik terkait
                  hubungannya dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kampung  ini dahulunya
                  memiliki sebuah dapur (mesengan) yang digunakan untuk menyuplai kebutuhan
                  konsumsi bagi keluarga maupun kerabat kerajaan yang tinggal di Dalem Mangkubumen.
                  Sejumlah warga yang menjadi abdi dalem mengurusi dapur Dalem. Selain itu, disini juga
                  terdapat sebuah sumur tua yang berfungsi sumber air bagi masyarakat Kadipaten. Sejak
                  dahulu masyarakat mengelola sumur air ini dengan gotong royong secara bergantian.
                  Sumur tersebut saat ini dialihfungsikan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi
                  masyarakat Kampung Kadipaten Wetan (Agus, 2019).

                  Kampung Kadipaten memiliki beberapa tradisi unik yang masih bertahan hingga saat
                  ini, seperti paugeran yang merupakan aturan-aturan tertentu dan wajib dipatuhi oleh
   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229   230