Page 223 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 223
Toponim Kota Yogyakarta 205
permaisuri GKR Sultan atau GKR Hageng), tinggal di sebuah dalem disana (Dalem
Mangkubumen) sehingga wilayah tersebut dikenal dengan nama Kadipaten. Setelah
ia naik tahta dan dinobatkan sebagai Sri Sultan Hamengku Buwana VII, dalem tersebut
ditempati oleh adiknya yang bernama KPPA Mangkubumi hingga tahun 1918. Pasca
wafatnya KPPA Mangkubumi, rumah itu ditempati oleh adiknya, yaitu GPH Buminoto
sampai tahun 1928. Selanjutnya dalem ini tidak pernah lagi ditempati oleh kerabat
sultan. Kini Dalem Mangkubumen difungsikan sebagai Universitas Widya Mataram.
Selain Dalem Mangkubumen, di sekitar sana juga terdapat beberapa dalem lain: Dalem
Condroprajan yang menjadi kediaman BRAy Condroprojo (putri ke-39 dari Sri Sultan
Hamengku Buwono VII dengan garwa BRAy Retnojuwito) di sebelah timur; Dalem
Wirogunan yang menjadi tempat tinggal seorang patih Putra Mahkota bernama KRT
Wiroguno (putra Pangeran Mangkubumi) di sebelah barat; dan sebuah dalem yang
ditempati oleh BRAy Suronegoro (putri ke-32 dari Sri Sultan Hamengku Buwono VIII
dengan garwa BRAy Retno Murcito) di sebelah barat daya. Sebagaimana tradisi keraton
yang berlaku, sepeninggal mereka rumah-rumah tersebut diambil alih oleh keraton dan
diberikan kepada anggota keluarga keraton lainnya yang berhak, seperti yang terjadi
pada dalem Mangkubumen diatas. Setelah BRAy Condroprojo, Dalem Condroprajan
ditempati oleh GP Puruboyo (putra ke-8 Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dengan
Sumber: Survei lapangan 2019
Dalem
Mangkubumen
yang Kini Berfungsi
sebagai Universitas
Widya Mataram

