Page 226 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 226
208 Toponim Kota Yogyakarta
masyarakat di lingkungan Kampung Kadipaten. Aturan ini biasanya berkaitan dengan
kebiasaan adat-adat kental Jawa. Selain itu, ada tradisi ruwahan sebagai sebuah tradisi
membuat apem, ketan, dan kolak yang digelar dalam rangka menyambut bulan ruwah
dalam kalender Jawa atau syaban dalam kalender Islam. Lalu tradisi pernikahan,
yang diperbolehkan menggunakan perpaduan tradisi Yogyakarta dan Surakarta.
Dimana hal ini dapat dilihat dari adanya tradisi dodol dawet, yang sebenarnya hanya
muncul di tradisi pernikahan Surakarta. Dawet dianggap sebagai simbol kemruwet atau
keramaian, harapnya ketika resepsi pernikahan akan ramai orang berdatangan sehingga
mendatangkan ataupun membuka jalan rejeki bagi kedua mempelai (Rokhman, 2015:
122). Kondisi ini sebenarnya sebagai wujud keselarasan antar dua budaya kuat yang
tumbuh di Pulau Jawa.
Lokasi Kampung Sumber: https://www.google.co.id/maps
Kadipaten

