Page 228 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 228
210 Toponim Kota Yogyakarta
Konon, dahulu tempat ini merupakan sebuah danau yang kerap digunakan oleh Sri
Sultan Hamengkubuwono II untuk berjalan-jalan mengelilingi kompleks kerajaannya.
Kemudian wilayah ini menjadi ramai akan orang-orang yang bertempat tinggal sehingga
perlahan tumbuh menjadi wilayah permukiman. Penduduk Ngasem saat ini sebagian
besar bermata pencaharian sebagai pedagang sehingga tak jarang ditemui berbagai
macam toko dan orang berjualan di wilayah tersebut mulai dari sembako, pakaian,
sampai hewan (burung). Tidak heran ketika memasuki Kampung Ngasem tempat
yang paling menonjol disini adalah Pasar Ngasem yang terletak di sebelah selatan
jalan Ngasem dan berada dalam kawasan wisata Taman Sari. Menurut warga setempat
Pasar Ngasem berdiri pada tahun 1950-an sebagai pasar yang menjual burung sehingga
disebut pasar burung Ngasem. Namun, sebenarnya Pasar Ngasem sudah ada bahkan
jauh sebelum itu dibuktikan dengan foto Pasar Ngasem pada tahun 1809.
Pasar Burung Ngasem merupakan pindahan dari Pasar Beringharjo, pada sekitar tahun
1955 karena Pasar Beringharjo terlalu penuh, maka pedagang burung dipindahkan
ke Pasar Ngasem. Lokasi tersebut dahulunya merupakan segaran (laut/danau) buatan
yang atas ijin dari Sultan kemudian ditimbun untuk pasar. Menurut penulis, karena
perpindahan pedagang burung dari pasar Beringharjo inilah yang membuat masyarakat
berpikir bahwa Pasar Burung Ngasem baru berdiri pada tahun 1950-an, lebih tepatnya
tahun 1955. Sumber: https://www.google.co.id/maps
Lokasi Kampung
Ngasem

