Page 224 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 224

206         Toponim Kota Yogyakarta












                             garwa BRAy Srengkoro Haningdiah. Sedangkan sepeninggal KRT Wiroguno, Dalem
                             Wirogunan didiami oleh putranya bernama  KRT Purwodiningrat yang merupakan
                             suami dari BRAy Siti Swandari atau BRAy Purwodiningrat (putri ke-19 Sri Sultan
                             Hamengku Buwono VII dengan garwa BRAy Puspitoningdiah) sehingga dikenal dengan
                             nama  Dalem Purwodiningratan. Selanjutnya,  Dalem Purwodiningratan  lebih dikenal
                             dengan nama Dalem Kaneman karena dipakai oleh GKR Anom Adibrata (putra pertama
                             dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan garwa KRAy Pintokopurnomo).


                             Tak hanya  Dalem Mangkubumen,  pangeran-pangeran  lain juga tinggal di wilayah
                             Kadipaten. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya sejumlah rumah antara lain Dalem
                             Pugeran milik Gusti Puger,  Dalem Suryowijayan milik Gusti Suryowijaya,  Dalem
                             Tejokusuman milik Gusti Tejo, serta Dalem Timur milik para pangeran muda. Rumah-
                             rumah tersebut sebenarnya merupakan milik Keraton (Sultan Ground atau tanah Sultan)
                             sehingga kepemilikannya tidak bisa diambil alih oleh orang lain, hanya bisa diturunkan
                             kepada keluarganya saja.  Tanah-tanah  di wilayah kadipaten sebagian besar masih
                             merupakan magersari / pagersari atau tanah-tanah yang mengelilingi wilayah Keraton
                             (Pratomoharjo & Sarjilah, 2019).

                             Memasuki masa pendudukan Jepang di Indonesia, wilayah  Yogyakarta tentunya
                             mengalami  sebuah perubahan termasuk pula wilayah kadipaten. Saat itu, wilayah
                             Kadipaten khususnya di Dalem Mangkubumen difungsikan sebagai tempat perlindungan
                             bagi tentara Indonesia (Yuniastuti, 2014: 98). Hal tersebut kemudian berlanjut pada
                             masa  revolusi kemerdekaan Indonesia, masyarakat Kadipaten banyak meninggalkan
                             rumah mereka serta mengungsi ke tempat lain. Salah satu tempat yang dirasa paling
                             aman sebagai basis pengungsian adalah Dalem Mangkubumen (Pratomoharjo & Sarjilah,
                             2019). Secara administratif, Kelurahan Kadipaten terdiri atas empat kampung yang
                             tersebar di seluruh wilayah kelurahan. Pembagian wilayah serta penamaan  dari
                             keempat kampung tersebut ditentukan berdasarkan letak dan posisinya dari  Dalem
                             Mangkubumen. Dengan kata lain, dapat dikatakan  bahwa  Dalem Mangkubumen
                             merupakan poros atau pusat dari wilayah Kelurahan Kadipaten.


                             Daerah  yang berada di sisi barat  Dalem Mangkubumen adalah  wilayah Kampung
                             Kadipaten Kulon. Sisi timur Dalem Mangkubumen adalah wilayah Kampung Kadipaten
                             Wetan. Selatan Dalem Mangkubumen adalah wilayah Kampung Kadipaten Kidul. Selain
                             ketiga kampung tersebut masih terdapat satu wilayah lain yang tidak menggunakan
   219   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229