Page 286 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 286
268 Toponim Kota Yogyakarta
4. Kampung Surokarsan
Kampung Surakarsan berada di sisi selatan Kampung Bintaran. Riwayat kampung
ini berhubungan dengan struktur abdi dalem prajurit. Melacak asal nama Kampung
Surakarsan, tempo dulu lokasi tersebut merupakan pemukiman prajurit Surakarsa.
Asal kata Surakarsa, yakni suro (berani) dan karsa (niat). Dicermati dari aspek maknanya,
prajurit Surakarsa ialah prajurit yang gagah berani mengemban tugasnya. Mereka
adalah pasukan Kadipaten yang disampiri tugas mengawal putra mahkota yang tinggal
di kompleks istana Kadipaten Sawojajar. Pangeran Adipati Anom atawa putra mahkota
yang kelak menggantikan kedudukan Sultan lazim menghuni Kadipaten Sawojajar.
Dari keterangan Toponim Kota Yogyakarta (2007) terkuak Kadipaten Sawojajar
mulai ditempati tahun 1769 oleh para Adipati Anom sejak Hamengkubuwana II,
Hamengkubuwana III, dan Hamengkubuwana IV. Setelah de java oorlog alias perang
Dipanegara, istana ini ditinggali Gusti Kanjeng Panembahan Mangkubumi, putra
Hamengkubuwana II yang membantu Dipanegara. Lalu, beliau berganti nama menjadi
Gusti Kanjeng Panembahan Mangkurat. Mulai detik itu, tempat tersebut dinamai
ndalem Panembahan. Kadipaten Sawojajar dihapus dan tak ditinggali adipati anom.
Alhasil, prajurit Bugis, Suragama, dan Surakarsa semula tinggal di situ dilimpahkan ke
Kepatihan menjadi prajurit Kepatihan.
Selanjutnya prajurit Suragama ditempatkan di wilayah yang kemudian dinamai Kampung
Suronggaman. Demikian pula prajurit Bugis bercokol di area yang disebut Kampung
Bugisan. Serta prajurit Surakarsa tinggal di kampung yang dikenal Surakarsan. Usai
Keraton Kasultanan Yogyakarta tida lagi mengangkat jabatan patih, prajurit Kepatihan
bergabung dengan prajurit Kasultanan Yogyakarta.
Nama prajurit Surakarsa yang diserahi tugas menjamin keamanan kadipaten anom,
dicuplik Kartaasmara dalam Raja Meda. Tahun 1922 penulis menurunkan artikel
berjudul “Pasewakan ing Dintên Garêbêg” yang mengisahkan: Ing alun-alun barisipun
wadya arahan kapanjêran bandera daludag lêlayu songsong agung panêngêraning pêrang, para
bupati wadana sapanunggilanipun, punapadene pêpangkon gôngsa ladosanipun bupati wadana,
abdi dalêm prajurit ing kadipatèn anèm, nama prajurit surakarsa, baris sêsiyungan wontên
sakilèn wringin sêngkêran mujur mangilèn, kasambêtan barisipun abdi dalêm prajurit Bugis.

