Page 282 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 282
264 Toponim Kota Yogyakarta
2. Kampung Wirogunan
Kampung Wiragunan terletak di Kecamatan Mergangsan. Sisi utaranya berbatasan
dengan Kelurahan Purwokinanti dan Kelurahan Gunungketur. Sebelah selatan dibatasi
Kelurahan Sarasutan dan Kelurahan Brantakusuman. Bagian timur bersebelahan dengan
Kelurahan Tahunan, Kelurahan Pandeyan, dan Kelurahan Sarasutan. Lalu, sebelah
baratnya adalah Kelurahan Keparakan dan Kelurahan Prawiradirjan.
Dilacak dari tradisi lisan, riwayat penamaan Kampung Wiragunan mengacu pada kawasan
yang dihuni KRT. Wiroguno. Dialah putra Pangeran Mangkubumi yang menjabat patih
putra mahkota. Selepas Beliu tutup usia, ndalem itu diteruskan buah hatinya, yaitu
KRT. Purwadiningrat, suami BRAy. Siti Swandari (BRAy. Purwadiningrat). Perempuan
tersebut ialah putri ke-19 Hamengkubuwana VIII dari garwa BRAy. Puspitaningdiah.
Paparan di atas diperkuat dengan berita yang dimuat di Kajawèn edisi Agustus 1938
perihal acara pernikahan putra Sultan di Yogyakarta. “Dene ingkang badhe angsal tariman
putri dalêm gangsal: (1) B.P.H. Cakraningrat, putranipun suwargi K.G.P. Hadipati Anom, (2).
K.R.T. Condrodiningrat putranipun G.P.H. Tejokusumo, (3). KRT. Purwodiningrat, putranipun
suwargi KRT. Wiroguno (4). K.R.T. Kusumodiningrat, putranipun pêpatih dalêm sapunika tuwin
(5). K.R.T. Purbosêputro, putranipun B.P.H. Suryodiningrat,” ungkap jurnalis.
Demikian pula Serat Centhini jilid 10: Duk myarsa wau sang aji| maring sakèh aturira|
pangulu lan ngulamane| sigra nimbali sang pata| tumênggung Wiraguna| ingkang tinuju
lumaku| lan Ngabèi Wirajamba. Terjemahan bebasnya: Ketika sang raja mendengar|
semua perkataan| pengulu dan ulama| segera memanggil sang pata| Tumenggung
Wiraguna| yang dimaksud segera melangkah| serta Ngabei Wirajamba.
Jauh sebelum majalah Kajawen menyuratnya, sumber Serat Centhini yang ditulis
permulaan abad XIX menegaskan nama Wiraguna telah membayangi memori kolektif
masyarakat Jawa yang kemudian diabadikan menjadi nama kampung yang ditinggalinya.

