Page 345 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 345
Toponim Kota Yogyakarta 327
Kelurahan Purwokinanti: Kepatihan, Jagalan Beji,
Purwokinanti, dan Jagalan Ledoksari
1. Kampung Kepatihan
Kepatihan dalam kamus Bausastra Jawa (Poerwadarminta, 1939) merupakan dalêm
(kantor)ing patih atau kediaman kantornya patih. Disebut dengan Kepatihan karena pada
zaman dahulu di sini tinggal pepatih dalem Kadipaten Pakualaman. Sama halnya dengan
kediaman pepatih dalem Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di kompleks Danurejan,
kompleks kediaman pepatih dalem Kadipaten Pakualaman tidak hanya berfungsi
sebagai tempat tinggal pepatih dalem beserta keluarga, tetapi juga sebagai kantor kerja
pepatih dalem beserta jajarannya. Saat ini kepatihan menjadi sebuah kampung yang
secara administrasi berada dalam wilayah Desa/Kelurahan Purwokinanti, Kecamatan
Pakualaman. Kampung Kepatihan berada di sebelah barat dari Puro Pakualaman.
Wilayah ini ditandai dengan sebuah bangunan kepatihan yang sekarang ini difungsikan
sebagai kantor Pakualaman. Sedangkan aula yang ada didalamnya, digunakan sebagai
tempat pertemuan yang bersifat resmi maupun sosial budaya.
Tidak hanya di keraton Pakualaman saja yang memiliki kepatihan, akan tetapi keraton-
keraton yang lain di Yogyakarta dan Jawa Tengah seperti Ngayogyakarta, Surakarta, dan
Mangkubumen juga memiliki daerah yang disebut dengan kepatihan mengingat keraton
Pakualaman adalah keraton paling muda diantara ketiga keraton tersebut. Menurut
tradisi lisan, Kampung Kepatihan sudah ada sejak keraton Pakualaman didirikan yaitu
pada tahun 1813. Namun, terdapat perbedaan antara kepatihan di Pakualaman dan
kepatihan di keraton Ngayogyakarta. Di Kepatihan Danurejan Yogyakarta memiliki
fungsi yang sama sebagai sebuah kantor, perbedaannya dulu sebagai kantor pepatih dalem
kemudian saat ini menjadi kantor Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa
Yogyakarta. Di Kepatihan Pakualaman masih memiliki fungsi yang sama hingga saat ini
menjadi kantor Pakualaman.
Kepatihan ditandai dengan adanya tempat tinggal pepatih dalem sehingga kampung
tempat didirikannya kediaman pepatih dalem ini dinamakan sesuai dengan pejabat atau
gelar bangsawan keraton. Toponimi Kampung Kepatihan saat ini menjadi sebuah nama
jalan yaitu Jalan Gajah Mada. Hal tersebut dilihat dari lembaga-lembaga yang berada
di wilayah tersebut masih menggunakan istilah Kepatihan sebagai contoh di wilayah

