Page 346 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 346

328         Toponim Kota Yogyakarta












                             terdapat lembaga Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kepatihan, cabang Pakualaman,
                             Kota Yogyakarta. Kemudian nama-nama jalan di sekitarnya menggunakan nama-nama
                             pejabat Keraton Pakualaman  seperti Jalan  Harjowinatan, Jalan  Purwanggan, Jalan
                             Panembahan Senopati, Kampung Pujowinatan, dan Gang Sukro. Nama-nama  jalan
                             tersebut berasal dari nama bangsawan keraton Pakualaman misalnya nama Purwanggan
                             berarti orang yang pertama kali atau paling awal menyediakan tubuhnya untuk menjadi
                             seorang abdi dalem Pura Pakualaman dan Pujowinatan yang diambil dari nama dalem
                             RM Riya Pujowinoto, cucu Pakualam II yang kemudian disebut sebagai Pujowinatan.
                             Sehingga dapat disimpulkan tempat tersebut masih merupakan kompleks permukiman
                             bangsawan Keraton Pakualaman.


                             Terdapat sebuah tradisi tahunan yang rutin dilakukan di kampung ini. Selama setahun,
                             Raja Keraton Yogyakarta memberikan sedekah berupa gunungan (pareden) wulu wetu
                             hasil  pertanian  kepada  (sedekah  dalem)  sebanyak  tiga  kali, yaitu  pada  tanggal  12
                             Maulud bertepatan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, Bulan Syawal
                             bertepatan dengan Perayaan Idul Fitri, dan Bulan Besar bertepatan dengan perayaan
                             Haji atau Idul Adha (Kurban), masing masing lima jenis gunungan.

                             Ungsun Hajad Dalem Gunungan (pareden) yang berjumlah lima gunungan tersebut terdiri
                             dari gunungan wadon dan gunungan lanang. Dan kelima gunungan tersebut dikirim ke
                             tiga tempat kawulo dalem, yaitu yang pertama diperebutkan kepada masyarakat di Masjid
                             Besar Kauman meliputi tiga gunungan, yaitu dua Gunungan Wadon dan satu Gunungan
                             Lanang. Sementara yang kedua Gunungan Wadon diperebutkan di Puro Pakualaman
                             Yogyakarta, yaitu satu Gunungan Lanang dan yang ketiga diperebutkan di Kepatihan
                             Yogyakarta, juga berupa satu Gunungan Lanang.
   341   342   343   344   345   346   347   348   349   350   351