Page 367 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 367

Toponim Kota Yogyakarta   349











                  têntrêm sarta akèh wonge atau dalam bahasa Indonesia berarti tenteram serta banyak
                  orangnya (Poerwadarminta, 1939). Nama ini merupakan sebuah harapan masyarakat,
                  agar pemukiman yang mereka huni dapat selalu tenteram dan nyaman.


                  Dari tradisi lisan tersebut juga dapat diketahui, bahwa pada mulanya Kampung Blunyah
                  merupakan pemukiman bagi para buruh. Tentu jika dikaitkan dengan pembangunan
                  pabrik secara besar-besaran di Yogyakarta, maka tahun 1870-an adalah waktu yang
                  tepat untuk memperkirakan kampung ini mulai berdiri. Dimana pada waktu itu telah
                  diberlakukan sistem ekonomi liberal, yang membebaskan kepada setiap orang termasuk
                  masyarakat asing untuk melaksanakan kegiatan perekonomian, termasuk membangun
                  pabrik-pabrik untuk keperluan industri. Dari sinilah kemudian wilayah-wilayah besar
                  dan kecil di Jawa mengalami tumbuh pesat setelah koloni terbuka untuk modal swasta
                  sejak 1870 (Ingleson, 2015).

                  Dari cerita lisan dan situasi pada waktu itu, wilayah Blunyah (Bloenjah) yang merupakan
                  pemukiman bagi para buruh yang kemudian terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu Blunyah
                  Cilik, Blunyah Tegal, dan Blunyah Petinggen. Masing-masing wilayah tersebut saat
                  ini telah berganti nama, seperti Blunyah Tegal yang menjadi Blunyah Gede, Blunyah
                  Petinggen yang menjadi Petinggen, dan Blunyah Cilik yang saat ini menjadi Blunyahrejo.



















                Sumber: maps.library.leiden.edu






                                                                                             Peta Lokasi Kampung
                                                                                             Blunyahrejo
                                                                                             (Bloenjahtjilik) tahun
                                                                                             1925
   362   363   364   365   366   367   368   369   370   371   372