Page 371 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 371
Toponim Kota Yogyakarta 353
kalau terjadi perkembangan zaman, tetap namailah tempat ini Karangwaru.
Untuk merawat tempat ini, segalanya kuserahkan kepadamu, Nek.” “Terima
kasih, Paduka!” “Untuk melestarikan hubungan batin antara engkau dengan
diriku, perintahku di depan jangan kau lupakan. Setiap malam Jumat Kliwon
engkau datanglah ke Keraton Kotagede. Kau sediakanlah air dingin berisi
ampas bunga selasih putih untuk minumanku.”
Dari situlah, asal mula tradisi budaya masyarakat Karangwaru yang masih meneruskan
tradisi tugas yang diwariskan nenek penghuni gubuk tersebut. Dimana pada malam
Jumat Kliwon, beberapa orang kampung tersebut sering mengirimkan bunga selasih
atau kemangi ke makam Panembahan Senapati di , ini disebutkan bahwa pada tahun
1945, pemerintah Yogyakarta melakukan perubahan struktur pemerintahan. Kelurahan
Karangwaru dan Kelurahan Tegalrejo dijadikan satu administrasi Kemantren Tegalrejo
(Sumintarsi dan Andrianto, 2014: 24).
Sumber: maps.library.leiden.edu
Peta Lokasi Kampung
Karangwaru
(Karangwaroe) tahun
1925

