Page 88 - Sun Flower Full Naskah
P. 88

tengah menjerit bahagia, tapi jeritan itu hanya di dalam hatinya.
                 “Ayo, dua tahun lagi kita double date di sini,” kata So-Ra
          yang bisa dengan sangat jelas melihat percikan kebahagiaan di
          wajah Hae-Seol.
                 “Kenapa harus double date sih? Kau saja yang bahkan be-
          sok bisa ke sini dengan-”
                 Belum selesai Hae-Seol menggoda So-Ra, ia sudah dit-
          inggalkan. So-Ra memegang gembok berwarna kuning.
                 “Sekarang kita tulis nama kita dulu di sini sebagai saha-
          bat sejati,” ucap So-Ra.
                                  Hazelia
                                     &
                                Lee So-Ra
                 Selesai mengunci gembok kuning itu, Hae-Seol dan So-
          Ra memasukkan kuncinya ke dalam kotak merah di dekat mer-
          eka. “Nanti dua tahun lagi kita harus memegang gembok warna
          merah dan menulis nama kita dengan pasangan kita,” So-Ra be-
          nar-benar semangat meski Hae-Seol belum mengiyakan. “Besok
          waktu latihan aku kasih tahu Kyung-Shin Oppa deh…”
                 “Lee Hae-Seol!!!” bayangkan seorang ibu yang kesal dan
          tengah memegang spatula dan panci, begitulah ekspresi So-Ra.
          Hae-Seol tertawa namun sejenak ia berpikir, jika dua tahun lagi
          maka usia mereka berarti 25 tahun.
                 “Hm… apapun yang akan terjadi, terjadilah. Aku hanya
          ingin bahagia.”
                 “Oh ya, So-Ra… kau tahu Kang Ji-Woo?”
                 “Siapa sih yang tidak tahu dia? Tanya saja penjual bone-
          ka di sana, pasti dia juga tahu,” Hae-Seol bahkan baru melihat
          ada penjual boneka di sekitar Namsan Tower. Benar perkiraan
          Hae-Seol, Kang Ji-Woo memang terkenal.
                 “Kenapa? Apa dia juga ada di mimpimu dulu?” tanya
          So-Ra. Namun Hae-Seol tak menjawab, ia hanya tersenyum.
                 “Hae-Seol,  kau pernah mendengar  tentang negeri  di
          atas awan?”
                 “Iya, pernah.”
                 “Di sanalah Kang Ji-Woo tinggal.”
                 “Maksudmu?”

                                     82
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93