Page 92 - Sun Flower Full Naskah
P. 92
sekarang, yang lebih penting adalah bagaimana mereka berdua
harus menjelaskan kejadian itu pada Kyung-Shin?
“Aku tahu mereka tadi disuruh orang dan aku tahu
orang yang menyuruh mereka. Jadi jelaskan saja.”
Kyung-Shin tidak sedang bercanda. Ia serius. Hae-Seol
dan So-Ra bisa mempercayai Kyung-Shin. Lalu Hae-Seol pun
menceritakan kejadian saat pertama ia tiba di Seoul. Dan me-
minta Kyung-Shin tidak menyebarkan apa yang diketahuinya.
Ah, tapi darimana Kyung-Shin tahu kalau enam orang tadi ada-
lah suruhan, lalu apa yang di dengar Hae-Seol dan So-Ra tadi?
Kyung-Shin tahu siapa yang menyuruh enam orang tadi?
“Darimana Oppa tahu kalau mereka tadi adalah suru-
han?” tanya Hae-Seol.
“Dari senjata api yang mereka bawa.”
Benar tebakan Hae-Seol, ternyata enam orang tadi me-
mang bersenjata. Tapi ia tak sempat melihat salah satunya meng-
gunakan senjata api yang dikatakan Kyung-Shin. Dan rupanya
Kyung-Shin melihat saat senjata itu terlempar ketika seseorang
jatuh karena ditendangnya. Park Kyung-Shin juga orang yang
cerdas dan telah selesai menjalankan wajib militer, ia tahu jenis
senjata. Namun, kok bisa dari senjata saja bisa diketahui siapa
yang menyuruh algojo tadi?
“Jenis senjata tadi diproduksi dan gunakan secara prib-
adi oleh Ayahku.”
Kyung-Shin tidak membiarkan tanda tanya menggan-
tung di benak Hae-Seol dan So-Ra. Meski ia harus menyebutkan
rahasia besar yang tak seharusnya diketahui orang lain.
“Aku percaya pada kalian. Karena kalian sudah men-
gorbankan keselamatan kalian untuk menjaga nama baik Bibi
dan Paman.”
Oh tidak! Kepala Hae-Seol rasanya mau pecah. So-Ra
menggigit bibir bawahnya, ia juga sudah kelewat kaget saat
mendengar kata-kata Park Kyung-Shin. Apa yang sebenarnya
terjadi? Dan sebanyak apalagi yang belum diketahui oleh Hae-
Seol dan So-Ra? Masih banyak. Sangat.
Park Kyung-Shin pun perlahan menjelaskan, ia tahu
dua gadis dihadapannya sangat terkejut. Kang Dong-Sun dan
86

