Page 95 - Sun Flower Full Naskah
P. 95
Namun, ucapan selamat dari So-Ra benar-benar mengganggu
Hae-Seol. Bukan karena ia tak suka, tapi ada sesuatu lain yang
dipikirkan Hae-Seol. Iya, ucapan selamat dari Kang Ji-Woo saat
ia wisuda. Di mimpi. Harus Hae-Seol pertegas lagi, di mimpi.
“Setelah ini kita harus latihan, ini hari pertamamu,” So-
Ra mengingatkan Hae-Seol bahwa mereka harus latihan Tae-
kwondo. Bunda juga berpesan agar Hae-Seol menjaga kakinya
saat latihan.
Ia masih tak ingin percaya pada fakta yang sudah diketa-
huinya dari Kyung-Shin, sebab masih jelas di ingatan Hae-Seol
bagaimana hangatnya sosok Ray. Ia bersahabat, ramah, dan
humoris. “Nuna… fighting!” Hae-Seol teringat saat ia membaca
naskah dan Ray duduk di sebelah kirinya. Bahkan tawa Ray saat
melihat ban mobil kempes juga masih jelas di ingatan Hae-Seol.
***
Hae-Seol kira ia akan latihan, namun Park Kyung-
Shin menyuruhnya istirahat saja. Setelah melihat orang latihan
Taekwondo, ia berjalan-jalan keluar dan membeli minuman.
Lingkungan latihan Taekwondo di dunia nyata dan dengan
yang di mimpi Hae-Seol tidaklah mirip. Ia lalu masuk lagi dan
melihat Kyung-Shin istirahat.
“Oppa…” sesaat setelah Kyung-Shin menoleh, Hae-Seol
melemparkan minuman yang baru saja dibelinya. “Dan satu lagi
tolong berikan pada So-Ra,” kata Hae-Seol.
“Kakimu baik-baik saja kan?”
“Iya, Oppa.”
“Waktu di restoran saat itu, kenapa kau menanyakan
Kyung-Soo?”
Park Kyung-Shin akhirnya bisa menanyakan hal itu.
Dan Hae-Seol ingat saat ia begitu penasaran ketika melihat Park
Kyung-Shin di restoran So-Ra. Hae-Seol ingin menjelaskan na-
mun So-Ra menghampiri mereka, Kyung-Shin pun memberikan
minuman untuk So-Ra. Sahabat Hae-Seol itu pun tersenyum
sangat cantik.
Sambil didengarkan juga oleh So-Ra, Hae-Seol menjelas-
89

