Page 94 - Sun Flower Full Naskah
P. 94
lak.
“Aku sudah di depan apartemen. Keluarlah!”
Hae-Seol membaca pesan dari So-Ra. Bunda juga ingin
bertemu mereka berdua, pastilah ingin bertanya tentang kejad-
ian kemarin. Meski mereka tak memberitahukan itu pada Bun-
da, tapi ternyata dokter yang memeriksa kaki Hae-Seol kemarin
adalah teman Bunda. Dan So-Ra menepuk jidatnya saat sadar
bahwa ia pergi ke rumah sakit milik keluarga Bunda.
Lee So-Ra menyarankan agar Hae-Seol segera membeli
mobil, bukan karena ia tak bisa selalu menjemput Hae-Seol tapi
memang kendaraan sangat penting. Dan Hae-Seol menolak se-
bab tak ada tempat parkir mobil di apartemen Hae-Seol.
“Makanya kau segera pindah saja ke rumahku. Kamar
kosong ada banyak,” kata Lee So-Ra. Alasan Hae-Seol tak mau
pindah adalah karena apartemen itu bersejarah baginya. Dan ia
bisa kapan saja menginap di rumah So-Ra tanpa harus pindah.
Saat tiba di kantor, Hae-Seol melihat Bunda duduk di
café. Ia kira akan bertemu Bunda di ruangannya. “So-Ra… Bun-
da ada di sana,” kata Hae-Seol.
“Bagaimana keadaan kakimu Hae-Seol?”
“Sudah membaik, Bunda.”
Hae-Seol sudah mengetahui dari Park Kyung-Shin ten-
tang akar masalah yang juga menyeret dirinya. Hae-Seol sudah
terlibat dan ia tak menyangkal itu, namun ia juga tak akan lari.
Ia datang ke Seoul untuk mengejar impiannya, bukan untuk lari
dari masalah. Dan sepertinya ada rintangan besar yang akan
menghadang Hae-Seol. Sebab Bunda memberitahunya bahwa
saat fashion show nanti akan ada penjagaan ketat dari keamanan
pribadi yang ditugaskan Bunda.
Bunda meminta untuk menyiapkan kostum dan itu su-
dah dilakukan Hae-Seol, para model yang akan memperagakan
juga sudah ada dan tinggal menunggu hari H. Terakhir saran
Bunda adalah agar ia mempersiapkan dirinya, sebab akan ada
banyak designer terkenal yang akan hadir. Bunda juga mengun-
dang teman-temannya yang ada di Paris dan Amerika.
“Chukhahaeyo Hae-Seol…” kata So-Ra. Bahkan sahabatn-
ya itu sudah mengucapkan selamat sebelum fashion show digelar.
88

