Page 89 - Sun Flower Full Naskah
P. 89
“Itu berarti tak akan terjangkau oleh kita.”
Ah, Hae-Seol yakin ia tidak membawa jarum pentul tadi
ke Namsan Tower, tapi kenapa dadanya terasa ditusuk banyak
jarum? Sakit. Apa Kang Ji-Woo setinggi itu? Benar, Kang Ji-Woo
memang terlalu tinggi untuk digapai, tempat tinggalnya saja di
atas awan. Tapi Hae-Seol bisa naik pesawat untuk ke sana. Iya
benar! Bahkan tak masalah jika ia harus dilemparkan dari pe-
sawat agar bisa ke tempat Kang Ji-Woo. Oh dear…
***
“Hae-Seol, kau sadar? Mobil itu dari tadi mengikuti
kita.”
Hae-Seol menoleh ke belakang dan melihat tipe mobil
yang sama dengan mobil yang GPSnya pernah ia rusak. Mereka
berdua cemas, lalu berhenti sejenak di tempat yang agak ramai.
Namun mobil di belakang mereka juga berhenti. So-Ra mengin-
jak gas lagi, pelan, mereka harus bertahan di keramaian. Sebab
tidak menutup kemungkinan mereka berdua bisa diseret dan
dimasukkan ke mobil itu.
“So-Ra, mobil itu mirip dengan mobil orang yang men-
yandera Bunda.”
“Lalu kita harus bagaimana? Aku yakin jumlah mereka
tidak sedikit.”
“Mana ponselmu?”
So-Ra menyerahkan ponselnya pada Hae-Seol meski
ia lebih terkejut lagi ternyata Hae-Seol meminta bantuan Park
Kyung-Shin.
Bukan Hae-Seol tak yakin kalau mereka berdua tak bisa
menghadapi penjahat itu, tapi tetap saja meski bisa bertarung
mereka berdua bukan wonder women. Karena itu Hae-Seol meng-
hidupkan GPS ponsel So-Ra dan meminta Park Kyung-Shin me-
nemui mereka di tempat yang ditunjukkan GPS ponsel.
“Kita tidak bisa melibatkan polisi, nama Bunda bisa
terseret jika kita berada di kantor polisi.”
“Ny. Shim, ah maksudku Bunda pasti bisa dengan mu-
dah membawa kita keluar dari kantor polisi nanti. Sekarang ke-
83

