Page 91 - Sun Flower Full Naskah
P. 91
hanya ingin memberi pelajaran agar Hae-Seol dan So-Ra tidak
perlu ikut campur pada urusan mereka dan keluarga Bunda.
Namun sudah terlanjur, bahkan sejak menginjakkan kaki di Ko-
rea Selatan, Hae-Seol sudah mencampuri urusan mereka dan ia
tak mungkin lari begitu saja.
Berhasil mendaratkan pukulan dan bisa menangkis
serangan, namun tiba-tiba Hae-Seol meringis kesakitan saat kaki
kirinya diserang. Ia terduduk.
“Hae-Seol, kau kenapa?”
So-Ra segera menghampiri Hae-Seol, bahkan So-Ra juga
terkena pukulan karena melindungi sahabatnya.
“Jangan memukul perempuan!”
Park Kyung-Shin melibas penjahat itu dengan tendan-
gannya. So-Ra memapah Hae-Seol masuk ke mobil, tak lama
setelah itu Kyung-Shin pun menyusul. Mereka bergegas dan
meninggalkan penjahat-penjahat yang terkulai lemas karena di-
hadiahi tendangan oleh Park Kyung-Shin.
Mobil Kyung-Shin mengikuti mobil So-Ra yang menu-
ju rumah, jika keadaan Hae-Seol memburuk ia akan ke rumah
sakit. Ah, tidak! So-Ra langsung saja ke rumah sakit. Ia ingat
bahwa Hae-Seol pernah cerita tentang kecelakaan dan Hae-Seol
sempat koma hampir dua minggu lamanya.
Dokter memeriksa tulang kaki kiri Hae-Seol, syukurlah
kondisi tulangnya tidak bertambah parah. Hae-Seol harus men-
jaga kakinya dengan baik. Sedapat mungkin kaki kirinya harus
terhindar dari hantaman keras. Lalu dokter pun mengatakan
sebentar lagi kaki kiri Hae-Seol dapat benar-benar sembuh jika
menjalani perawatan yang tepat.
***
“Kenapa mereka tadi menyerang kalian?”
Park Kyung-Shin membuka percakapan, sebab masih
hening. Lelaki itu sudah dari tadi menunggu penjelasan, namun
Hae-Seol atau pun So-Ra belum berbicara. Mereka tengah be-
rada di ruang tamu rumah So-Ra, iya! Park Kyung-Shin seka-
rang tahu alamat rumah So-Ra. Baiklah, itu tak terlalu penting
85

